Operasi Patuh Telabang Banyak Pengendara Terjaring Karena Helm dan Surat Menyurat

KBRN, Palangka Raya: Selama menggelar Operasi Patuh Telabang, jajaran Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Tengah menemukan banyak pengendara kendaraan bermotor belum patuh menggunakan helm dan tidak membawa surat-menyurat yang lengkap. 

Kabid Humas Polda Kalteng, Kombes Pol Hendra Rochmawan, mengatakan pihaknya melakukan penindakan dengan razia-razia kecil namun tetap ada publikasi terlebih dahulu. Menurutnya, Polda Kalteng juga memberikan tanda dan rambu-rambu ketika sedang melakukan razia.

“Masih kalau di jalan utama memang kita tidak kita temukan. Tapi di sanggah-sanggah, di jaan sekunder ini kita lakukan razia rata-rata ada surat menyurat dan helm. Helm kalau pagi rajin, nanti siang menjelang sore banyak tidak tertib. Itu mgkn kebutuhan masyarakat jarak dekat, tapi keselamatan itu yang utama,” tutur Kabid Humas Polda Kalteng, Sabtu (1/8/2020).

Kabid Humas Polda Kalteng ini mengatakan Operasi Patuh atau Penindakan Hukum memiliki porsi 70 persen penindakan dan 30 persen pembinaan. Namun di situasi pandemi Covid-19 saat ini, lanjut Hendra, pihaknya justru lebih cenderung banyak menyampaikan informasi dan edukasi kepatuhan terhadap protokol kesehatan di jalan-jalan.

Pihak kepolisian bekerja sama dengan Dinas Perhubungan memberikan tanda-tanda di sekitar lampu lalu lintas agar pengendara dapat menjaga jarak satu dengan yang lain. Selain itu, petugas kepolisian di lapangan juga dibekali masker untuk diberikan kepada masyarakat pengguna jalan yang kedapatan tidak menggunakan masker.

Menurut Hendra masyarakat harus diberi edukasi menuju adaptasi kebiasaan baru. Melalui Operasi Patuh Telabang yang berlangsung mulai 23 Juli sampai 5 Agustus, Polda Kalteng mensosialisasikan tertib berlalu lintas dan mencegah penyebaran Covid-19.(foto:pers bhayangkara)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00