DAD Kalteng : Perda Darla Sudah Cukup Akomodir Kepentingan Kearifan Lokal

KBRN, Palangka Raya : Dewan  Adat Dayak (DAD) Provinsi Kalimantan Tengah menyebut Perda Pengendalian Lahan yang sudah disahkan kalangan dewan dan Pemerintah Provinsi sudah cukup mengakomodir kepentingan masyarakat adat termasuk peladang tradisional.

Kepada RRI, Ketua Harian Wilayah Dewan Adat Dayak DAD Provinsi Kalimantan Tengah Mambang Tubil, Rabu (15/07/2020) menyebut Perda Pengendalian Kebakaran Lahan merupakan solusi dan  formulasi bagi kegiatan masyarakat adat dalam mencukupi kebutuhan hidup. Perda ini juga telah mengakomodir kearifan lokal secara  turun menurun masyarakat adat dalam memenuhi kebutuhan pangan. Dengan  demikian DAD berkewajiban  untuk mengatur teknis dan mekanisme perda ini agar berjalan baik. Termasuk melibatkan tanggung jawab damang dan mantir serta aparat desa hingga TNI dan Polri guna mensosialisasikan aturan  dan pedoman soal perda tersebut. Mambang juga berpandangan nantinya juga perlu diatur mengenai  wilayah adat dan wilayah berladang berpindah.

“Sehingga perlu ada kesepakatan dan ruang tertentu sehingga menjadi wadah untuk masyarakat adat melakukan kegiatan berpindah, “ jelasnya.

Lebih jauh Mambang juga mengungkap, kegiatan membuka ladang oleh  masyarakat adat yang berlandaskan tradisi nenek moyang tidak bisa disebut sebagai pidana. Karena memang tidak ada niatan untuk membakar atau merusak lingkungan namun karena kearifan lokal untuk tetap mempertahankan hidup. (NATA).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00