Pemahaman Masyarakat Akan Rapid Tes Masih Kurang

KBRN,Palangka Raya : Pemahaman masyarakat di Palangka Raya akan Rapid tes hengga kini masih kurang khususnya di kawasan pemukiman padat penduduk, masyarakat belum terbiasa melakukan rapid tes baik secara mandiri, juga dilakukan secara massal, sehingga tim Gugus covid-19 Kota harus jemput bola dengan mendatangi warga satu per satu-dor to dor. Untuk itu Tim Gusus tetap memberikan sosialisasai dan pemahaman akan pentingnya rapid tes dimasa pandemi covid-19, agar mata rantai penyebaran covid-19 dapat terputus.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya drg Anjar Hari Purnomo melalui RRI, menyarankan masyarakat mau melakukan rapid tes tidak perlu takut karena hal ini salah satu cara efektif mengetahui sejak dini penularan virus covid-19.

’’Saya himbau masyarakat jangan takut rapid tes,karena sejak dini penyakit atau penularan covid-19 dapat diketahui,”Jelas Anjar Hari Purnomo

Sementara itu Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Palangka Raya Emi Abriyani menyatakan bahwa tim satgas covid-19 Kota akan berupaya memantapkan sosialisasi kepada masyarakat akan pentingnya rapid tes dan menjaga protokol kesehatan covid-19 sehingga harapan Pemko untuk menuntaskan rapid tes massal di 10 titik zona merah penyebaran covid-19 di Kota Palangka Raya dapat terlaksana sebelum penerapan Tatanan Kehidupan Baru diberlakukan di wilayah Palangka Raya.

’’Sosialisasai secara masif dan jemput bola terus kami lakukan agar pemahaman masyarakat akan repid tes ini dapat lebih dimengerti,” Kata Emi Abriyani

Sampai saat ini penerapan protokol kesehatan berdasarkan survei yang dilakukan secara online Persatuan Ahli Bedah Indonesia –PABI Kalteng masih kurang dilakukan di Kegiatan perkumpulan dan Modal Transportasi angkutan meski untuk Pasar Tradisional dan Proyek Pembangunan Gedung telah memadai disamping Tempat kerja,Tempat –tempat olah raga ,Rumah Ibadah,Toko/swalayan dan lainnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00