Sempat Kucing-kucingan, PKL Akhirnya Ditertibkan

KBRN, Palangka Raya : Masih banyak Pedagang Kaki Lima (PKL) tidak sesuai aturan, main kucing-kucingan dengan aparat penegak peraturan daerah (perda). Alhasil, beberapa diantaranya harus ditertibkan oleh personel Satpol PP Provinsi Kalimantan Tengah. Tidak hanya mentertibkan PKL, pedagang asongan, penjual koran, para polisi perda ini juga melepas semua spanduk berseliweran di pinggir jalan yang tidak sesuai ketentuan. 

Ketika dikonfirmasi, Kasatpol PP Kalteng Baru Sangkai membenarkan penertiban dilakukan oleh jajarannya tersebut. Ia mengakui, kegiatan itu dilakukan berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2018 dan peraturan gubernur, dalam rangka pemantauan dan penertiban pegiat usaha yang mengganggu kepentingan umum dan keselamatan pejalan kaki, terutama di jalan protokol yang biasa dilalui oleh pejabat pemerintah daerah dan tamu dari luar kota. 

"Kami melakukan patroli rutin karena posisi kami berada di Kota Palangka Raya sekarang ini untuk menegakkan aturan dan mencegah warga membuat kerumunan juga," tambah Baru, Sabtu (11/7/20).

Baru menegaskan, pihaknya akan terus melakukan kegiatan serupa agar masyarakat bisa disiplin dan mengikuti perda larangan berjualan di kawasan jalur hijau. Ditambahkan Baru, kedisiplinan warga juga merupakan kunci sebagai upaya penekanan virus corona, mengingat saat ini masih dalam situasi pandemi. 

Sementara itu, di tempat terpisah, Dinas Sosial Kota Palangka Raya menyebut keberadaan PKL, gelandangan dan pengemis (gepeng), masih marak di Kota Cantik. Terlebih, dimasa pandemi Covid-19. Aktivitas mereka tidak hanya terlihat di pinggir jalan, tapi juga terang terangan berkeliling di daerah pasar, bahkan tempat usaha kuliner milik masyarakat. 

Kepala Seksi (Kasi) Rehabilitasi Tunasosial Dinas Sosial Palangka Raya, Subarnadi, mengakui, kebanyakan dari mereka datang dari luar Kalimantan Tengah, ingin mengadu nasib di Palangka Raya namun dengan cara yang dianggap bisa mengganggu ketentraman. 

Oleh sebab itu, sebagai salah satu tim penanganan dari penyandang tuna sosial, pihaknya bersama Satpol PP,  terus melakukan razia dan kemudian bagi yang tertangkap, segera dibina di rumah singgah, sebelum dipulangkan ke daerah asal. 

"Kita membuat tim untuk melakukan razia,terdiri dari Satpol PP, kepolisian, TNI dan BNN yang khusus melakukan penanganan gelandangan, pengemis, anak jalanan di Kota Palangka Raya. Bagi mereka yang tidak memiliki keluarga akan diberi pembinaan keterampilan usaha kreatif seperti menjahit, sablon dan lainnya," pungkasnya. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00