Perlu Dibangun Infrastruktur Pencegah Banjir di Lokasi Lumbung Pangan Nasional

KBRN, Palangka Raya : Presiden Joko Widodo telah memilih Kalimantan Tengah sebagai lumbung pangan nasional di luar pulau Jawa, tepatnya di Kabupaten Kapuas dan Pulang Pisau. Anggota Komisi IV DPRD Kapuas, Kunanto kepada RRI mengatakan, keputusan tersebut, perlu mendapat apresiasi dari semua pihak, termasuk tokoh masyarakat dan adat. Kunanto berharap, agar program strategis nasional (PSN) tahun 2020-2024 pemerintah pusat ini, bisa didukung secara penuh agar tidak gagal seperti Eks-Pengembangan Lahan Gambut (PLG) satu juta hektare. 

Peran serta dari pemerintah kabupaten, lanjut Kunanto, juga sangat diperlukan dan dirinya meyakini, pemerintah pusat bersama daerah telah mempersiapkan segala sesuatunya, terutama tentang kelayakan lokasi, infrastruktur dan sumber daya manusia (SDM) di sekitar lahan yang nantinya akan digunakan sebagai wilayah pangan terintegrasi.

Meski demikian, Kunanto mengingatkan, masih banyak wilayah Eks-PLG tersebut yang rawan banjir, sehingga berpengaruh dengan hasil panen petani. Meskipun tidak terjadi di semua wilayah, namun Kunanto menyarankan agar secepatnya dibangun infrastruktur pencegahan banjir di beberapa tempat agar rencana food estate cepat terwujud. 

"Pada intinya kita sangat mendukung. Kami juga berterimakasih dengan pemerintah pusat atas terpilihnya Kapuas karena ini merupakan kepercayaan. Dengan anggaran dana yang tidak sedikit, diharapkan lumbung pangan baru nasional ini bisa didukung oleh semua pihak," tambah Kunanto, Jumat (10/7/20).

Sementara itu, salah seorang warga Kuala Kapuas, Nining mengaku, sebagian besar warga di perdesaan bermata pencaharian sebagai petani. Sehingga, banyak yang sudah piawai dalam menggarap lahan dengan metode ramah lingkungan.

Nining pun berharap, pemerintah pusat bisa menggunakan tenaga terampil seperti ini dalam mensukseskan program food estate dengan terlebih dahulu membekali serta melakukan pendampingan kepada petani lokal, dalam  mengoperasikan alat pertanian modern.

Nining pun meyakini, program lumbung pangan nasional ini akan didukung penuh oleh semua elemen masyarakat, pasalnya selain tepat dalam pemilihan lokasi, juga merupakan kesempatan bagi para petani untuk bisa meningkatkan taraf hidup.

"Petani disini, pedesaan Kabupaten Kapuas ada berkat dukungan dari pemerintah juga. Harapan kita para petani, bisa terus dibimbing dan dibekali agar menjadi modern," pungkasnya. 

Seperti diketahui sebelumnya, Presiden Joko Widodo telah melakukan kunjungan kerja ke Desa Bentuk Jaya, Kecamatan Dadahup, Kabupaten Kapuas dan Tahai Baru serta Pangkoh Hulu, Kabupaten Pulang Pisau, guna melihat lebih dekat persiapan lahan dan jaringan irigasi, Kamis 9 Juli kemarin. Dari lahan potensial seluas 20.704 di Desa Bantuk Jaya, yang telah fungsional mencapai 5.840 hektare. Sementara di Tahai Baru, pembangunan peningkatan jaringan reklamasi rawa sedang berjalan. Sedangkan di Pangkoh Hulu, sedang dikerjakan rehabilitasi jaringan irigasi.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00