Cegah Pengambilan Paksa Jenazah Covid-19, Satgas Perketat Pengamanan RSDS dan BPSDM Kalteng

KBRN, Palangka Raya : Tim satuan tugas penindakan hukum (satgas gakum) sejak beberapa bulan terakhir ini, terus bersiaga di rumah sakit dan gedung karantina pasien positif Covid-19 di Kota Palangka Raya. Dua lokasi tersebut yakni, Rumah Sakit Doris Sylvanus (RSDS) dan Gedung Asrama Balai Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kalteng.

Kasatpol PP Kalteng Baru Sangkai, kepada RRI mengatakan, pihaknya selama ini diperintahkan oleh pimpinan untuk menjaga dari kemungkinan adanya pengambilan atau penjemputan paksa pasien dan jenazah terpapar corona. 

Menurut Baru, pihaknya tidak ingin peristiwa di daerah pulau Jawa dan Sulawesi, terjadi di Bumi Tambun Bungai, sehingga setiap personel yang bertugas agar melakukan penindakan hukum, kepada siapa saja warga yang masuk dan melakukan upaya paksa kepada pasien terpapar.

"Sesuai prosedur, kami menjaga siapa tau ada pihak keluarga yang menjemput paksa pasien terpapar atau yang meninggal dunia terindikasi covid. Kita jaga, bukan berarti menghukum. Tujuan kita, supaya pihak keluarga tidak terpapar atau pasien yang masih dirawat itu bisa cepat sembuh," ujar Baru, Kamis (9/7/20).

Meski demikian ditambahkan Baru, di Kalteng belum ada kasus pengambilan paksa seperti daerah lainnya, karena menurutnya, tingkat kesadaran warga sudah semakin tinggi dan bijaksana dalam menyikapi setiap pasien yang telah dinyatakan positif Covid-19.

Sementara itu, tingkat kesembuhan pasien di Kalteng dalam beberapa hari terakhir terus meningkat. Berdasarkan data yang disampaikan oleh Juru Bicara Tim Gugus Tugas Covid-19, Herlina Eka Sinta, penambahan pasien sembuh di tanggal 8 Juli 2020 sebanyak 22 dengan jumlah keseluruhan 612 atau 57,19 persen lebih dari total terkonfirmasi positif sebanyak 1.070 orang. 

"Pasien dalam pengawasan berjumlah 104 orang, ada penambahan tiga orang. Sementara orang dalam pemantauan, sebanyak 243 orang, penurunan sebanyak empat orang," pungkasnya. 

Sedangkan, penambahan kasus positif ada di 6 daerah. Palangka Raya dan Kotawaringin Barat masing-masing sebanyak lima orang, Murung Raya ada dua orang, Pulang Pisau, Barito Selatan dan Barito Timur masing-masing satu orang.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00