Usaha Perhotelan Di Palangka Raya Alami Pasang Surut Selama Pandemi Corona

KBRN, Palangka Raya : Usaha perhotelan berbintang dan melati di Palangka Raya mulai tumbuh, seiring pemerintah memperbolehkan usaha perhotelanberoperasi kembali setelah 4 bulan ditutup. Salah satu Manajemen Hotel di Palangka Raya Yuniar Pertiwi mengakui, sejak pandemi corona usaha perhotelan sangat terdampak, pemasukan turun drastis, karena pemerintah melarang semua hotel buka, bahkan  puluhan karyawan terpaksa harus di rumahkan sementara waktu.

“Kita semua menyambut baik upaya pemerintah yang sudah memperbolehkan sejumlah hotel buka kembali, tetapi dalam mengejar omset seperti dulu agak berat, karena kami harus mematuhi protokol kesehatan, salah satunya kapasitas hotel tidak boleh full diisi, sebagai bagian dari adaptasi menuju tatanan kehidupan baru,” kata Yuni kepada RRI Sabtu (4/7/20)

Di tempat terpisah Wakil Ketua Perhimpunan Perhotelan Dan Restaurant Indonesia Kalteng Yusuf Kawaru meminta semua pemilik hotel tetap bersemangat dalam memulai tatanan kehidupan baru, protokol kesehatan yang sudah di tetapkan harus dipatuhi, diantaranya membatasi jumlah penghuni hotel 50 persen dari kapasitas, memberi tanda jaga jarak aman di ruang pertemuan dan ruang makan, serta yang tak kalah penting selalu disediakan hand sanitizer, di setiap pintu masuk, agar penghuni dan manajemen juga tamu hotel steril dari virus corona.

“Kita akui sektor jasa perhotelan alami penurunan dari segi pendapatan sejak pandemi corona, hal ini  berdampak pada perolehan pajak pemerintah daerah, karena besar kecilnya pemasukan pajak tergantung dari jumlah penghasilan tempat hiburan dan hotel,” ungkapnya

Untuk itu managemen hotel mulai sekarang diminta gencar melakukan promosi kepada masyarakat luas, bahwa hotel sudah kembali dibuka dengan menerapkan standar protokol kesehatan, agar stabilitas perekonomian kembali pulih seperti sedia kala.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00