RT Jangan Asingkan Warga Yang Terpapar Covid-19

KBRN, Palangka Raya : Adanya sebagian dilingkungan RT yang melakukan penolakan terhadap warganya yang terpapar covid-19 dan melakukan isolasi mandiri menjadi dilema dilingkungan sosial masyarakat, hal ini akibat dampak pandemi covid-19 yang dianggap sangat menakutkan. Sementara itu Ketua RT 01,RW.03 Sabaru Harlinae Torang kepada RRI Kamis (020720) menyatakan sikapnya bahwa penolakan warga bila ada yang terpapar covid-19 melakukan isolasi mandiri kebanyakan akibat rasa takut tertular, namun selaku RT ia menerapkan edukasi dini kepada warganya untuk menyikapi masalah dan persoalan yang terjadi saat ini untuk itu bila ditemui di wilayahnya ada warga yang terpapat atau baru datang dari luar kota sebaiknya melakukan isolasi mandiri warga yang sehat dilarang berinteraksi dengan warga yang sakit dan RT tidak perlu membesar besarkan persoalan yang ada diwilayahnya agar warga tetap tetang tidak cemas maupun panik.

"Pihak RT berupaya memberikan penyadaran bagi warga kami agar tidak salah berpresepsi."Kata Harlinae

Lain hal yang disampaikan Ali Mustakim kepada RRI, selaku warga Kota cantik tidak sependapat untuk mengintimidasi warga yang terpapar covid-19 apalagi musibah tersebut tidak dikehendaki semua orang.”Jangan dong warga terpapat covid-19 sampai di abaikan,"Kata Ali Mustakim

Ditempat berbeda Danramil 1016-01 Pahandut, Mayor Inf Heru Widodo mengatakan instruksi Walikota Palangka Raya saat ini Pelaksanaan Wajib Protokol Kesehatan,di Wilayah Kota Palangka Raya, hal itulah yang terus dilaksanakan hingga 10 hari kedepan untuk warga yang terpapar covid-19 melakukan isolasi mandiri, mengingat  ini cara tepat memutus mata rantai penyebaran covid-19 serta perlu pula dukungan bersama agar covid-19 segera leyap dari wilayah Kota Cantik Palangka Raya.

"Protokol kesehatan harus tetap ditaati warga Palangka Raya bila ingin covid-19 berakhir,"Jelas Heru Widodo

Hendaknya dalam kondisi pandemi covid-19 ini kesetiakawanan sosial perlu lebih ditingkatkan, agar semakin mempercepat memutus mata rantai penyebaran covid-19, bila dilakukan bersama ,  masyarakat dan tim gugus tugas percepatan penanganan covid-19, maka Wajib Protokol Kesehatan,di Wilayah Kota Palangka Raya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00