MUI Kota Palangka Raya Himbau, Sholat Jum'at Efektif Bulan Juni 2020.

KBRN, Palangka Raya : Majelis Ulama Indonesia Palangka Raya secara resmi menyampaikan himbauan kepada seluruh umat Islam, untuk kembali melaksanakan Sholat Jum’at berjamaah di Masjid mulai awal Juni 2020. Hal ini sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat untuk memulai tatanan kehidupan baru atau new normal secara perlahan.

Ketua MUI kota Palangka Raya KH Zainal Arifin mengatakan, keputusan kembali menyeru umat islam menggelar sholat Jum’at hasil dari kesepakatan rapat bersama sejumlah Ormas Islam, pemuka agama, dan Kementerian Agama Kalimantan Tengah,

“Masjid boleh melaksanakan jum’atan, tapi harus ada 12 protokol kesehatan yang harus dipatuhi jemaah dan disiapkan pengurus Masjid antara lain wajib menyiapkan tempat pencucian tangan beserta sabunnya, menyemprot disiinfektan di area masjid secara berkala, sedangkan untuk para jemaah diwajibkan mengenakan masker, menjaga jarak shaf minimal setengah meter, dan anjuran yang sakit tidak disarankan sholat berjamaah di masjid,” kata Zainal kepada RRI Jum’at (29/5/20)

Menurut Zainal, upaya ini sebagai usaha meminta pertolongan kepada Allah, agar virus corona secepatnya dihilangkan dari muka bumi, karena sebelumnya umat islam sudah mengikuti arahan pemerintah, mulai dari beribadah dari rumah, tidak menggelar tarawihan, sampai sholat ied, namun jumlah pasien corona bukannya berkurang, justru nambah, makanya sekarang saatnya berdoa yakin kepada Allah, apalagi dengan berjamaah di rumah Allah, doa akan cepat di kabulkan.

Sementara itu, Kepala Kementerian Agama Kota Palangka Raya Farichin mengajak masyarakat, dapat mematuhi protokol kesehatan di rumah ibadah, ada 12 himbuan protokol kesehatan yang sudah disepekati antara Pemerintah, Mui, serta Pemuka Agama, hal ini dimaksudkan agar virus corona tidak menular kepada yang lain.

“Harapan kita, dengan dibukanya kembali sejumlah masjid melaksanakan sholat jum’at, mata rantai virus corona bisa di stop dan  segera hilang, sehingga aktivitas masyarakat kembali seperti sedia kala, jadi kami sarankan juga yang merasa sakit atau tidak enak badan, jangan memaksakan berjamaah ke Masjid, daripada menimbulkan kemudharatan bagi orang lain,” jelas Fachrin.  

Dari pantauan RRI, meski himbauan dari MUI berlaku mulai awal Juni2020, sebagian  besar Masjid di Palangka Raya sudah terlebih dahulu melaksanakan sholat Jum’at, karena sejak munculnya surat edaran Menteri Agama ditambah penerapan PSKH dan PSBB, umat islam  beribadah di rumah, namun begitu diperbolehkan sholat jum’at, jemaah berbondong bondong kembali memenuhi masjid dengan mematuhi protokol kesehatan yang sudah ditetapkan.  

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00