Surat Keterangan Sehat Jadi Acuan Pemasok Sembako, Masuk Ke Palangka Raya

KBRN, Palangka Raya : Suplay bahan pokok masuk ke Palangka Raya dipastikan tidak lagi terhambat. Apabila sopir pembawa bahan pokok, dapat melengkapi persyaratan yang diatur di dalam protokol kesehatan, salah satunya membawa surat keterangan sehat dari puskesmas, bukan rapid tes yang sempat membuat sejumlah sopir keberatan, lantaran terkendala biaya mahal.

Hal itu ditegaskan Plt Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Tengah Yulindra Dedi kepada RRI Kamis (28/5/20). Dijelaskan,

"sesuai Peraturan Menteri Kesehatan, moda transportasi yang mengangkut bahan pokok bagi masyarakat, tetap diperbolehkan beroperasi, meskipun daerah tersebut sedang menerapkan PSBB ataupun PSKH, agar stabilitas harga di pasar pasar tradisional tidak bergejolak", tambah Yuliandra

Terkait beredarnya kabar akan ada pemboikotan pasokan peternak ayam dari Banjarmasin yang sempat dipersulit masuk ke Palangka Raya memang terjadi, namun dengan keluarnya kebijakan baru, memperbolehkan sopir menggunakan surat keterangan sehat dari puskesmas, alur distribusi barang dari Banjar menuju ke Palangka Raya kembali lancar.

“Tadinya memang sempat ada kekhawatiran dari masyarakat Kalteng, akan terjadi kenaikan harga sembako, apabila suplay bahan pokok sampai terhambat, namun kami tegaskan sekali lagi, pengiriman kebutuhan pokok tetap berjalan normal, asalkan sopir melengkapi surat keterangan bebas covid atau minimal surat keterangan sehat dari puskesmas,” ujarnya.  

Yulindra mengingatkan para spekulan bahan pokok, agar tidak menjadikan alasan chek poin di pintu masuk ke Palangka Raya, untuk menaikkan harga, karena fakta di lapangan, pasokan sembako tetap lancar, selama sopir dan pelaku usaha mengikuti aturan dan protokol kesehatan, antara lain chek suhu badan, membawa surat keterangan sehat, dan tidak boleh membawa penumpang melebihi kapasitas.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00