PSBB di Palangka Raya Dilanjutkan PSKH

KBRN, Palangka Raya: Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Palangka Raya sudah berakhir pada Minggu 24 Mei lalu. Menurut salah seorang Warga Kota Palangka Raya, Aline, hal yang membingungkannya terkait pelaksanaan PSBB lalu yakni soal penutupan atau pengalihan jalan.

Menurutnya, penutupan jalan khususnya di depan rumah jabatan gubernur justru membuat pengguna jalan terkumpul di beberapa titik. Aline menambahkan untuk saat ini kesadaran masyarakat lebih penting daripada PSBB dilanjutkan atau tidak.

“Perasaanku sama aja sih mau PSBB mau nggak. Kayaknya tergantung lagi balik lagi ke kesadaran kita, balik lagi ke diri kita sendiri. Kita mau pake masker nggak, kita mau jaga jarak nggak, mau tetap jaga kebersihan nggak, kita mau istirahat cukup nggak, mau makanan sehat nggak, balik lagi ke diri kita sendiri,” ujar Aline kepada RRI, Selasa (26/05/2020).

Aline juga mengaku bingung soal perlakuan petugas ke masyarakat usai PSBB. Sebab ia mendengar meski PSBB berakhir, sejumlah hal tetap dibatasi.

Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Palangka Raya, Emi Abriany, menyatakan bahwa pasca PSBB, Pembatasan Skala Kelurahan Humanis (PSKH) akan kembali diperkuat.

Menurutnya, dalam pelaksanaan PSKH penjagaan diperketat di tingkat perumahan warga. Untuk itu, RT/RW diminta aktif untuk membatasi keluar masuk warga di wilayah masing-masing.

“Jadi jangan ada orang-orang yang berada di luar wilayah itu kalau mau bertamu dibatasi tetapi tetap diawasi. Saya berharap masyarakat betul-betul bisa menjaga protokol kesehatan dan menjaga diri sendiri karena ini sudah merebak dimana-mana. Memang untuk daerah perkotaan memang sudah mulai aman dan ada penurunan, tapi karena ini di pasar besar mulai pecah lah istilahnya, sehingga masyarakat yang berbelanja ke pasar besar itu cukup hati-hati memakai masker, dan selalu rajin cuci tangan, terus menerapkan social distancing atau phiysical distancing,” tuturnya.

Selanjutnya : Pengantar

Halaman 1 dari 2

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00