Kalteng Perketat Pengawasan Perbatasan dengan Kalsel

KBRN, Palangka Raya: Jumlah kasus Covid-19 di provinsi tetangga, Kalimantan Selatan, terus meningkat. Hal ini menimbulkan kekuatiran karena banyak warga Kalteng maupun warga Kalsel yang kerap keluar masuk Kalimantan Tengah.

Gubernur Kalimantan Tengah, Sugianto Sabran, menegaskan agar warga Kalteng untuk tidak mudik ke Kalsel. Begitu juga warga Kalsel untuk sementara tidak masuk ke Kalteng selama masa Tanggap Darurat Pandemi Covid-19.

Menurut gubernur Sugianto Sabran, tidak mudik adalah upaya warga Kalimantan Tengah untuk menghindari terinfeksi Covid-19. “Sudahilah karena ini akan membahayakan keluarga dan kita semua. Bukan keluarga mereka saja yang kena, tapi berdampak dari keluarga mereka kepada masyarakat yang lain. Mari kita jaga Kalteng supaya kita Kalteng bisa hidup normal kembali,” tutur Gubernur Sugianto Sabran, Sabtu (23/05/2020).

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Tengah, Yulindra Dedi, mengatakan Gubernur Kalteng bahkan telah menyurati Bupati Barito Timur dan Bupati Kapuas untuk memperketat pengawasan di perbatasan dengan Kalsel.

“Salah satu yang sudah kita bantu fasilitasi itu tempat posko-posko yang ada di perbatasan Kalsel yang ada di Kapuas dan Bartim itu sudah kita geser  semua ke jembatan timbang,” ujarnya.

Menurut Yulindra Dedi jalan trans Kalimantan di depan jembatan timbang ditutup. Selanjutnya semua kendaraan akan masuk ke jembatan timbang untuk mempermudah pemeriksaan dan pengawasan petugas lapangan. Dikatakan, Posko di jembatan timbang trans Kalimantan sudah mulai efektif sejak Jum’at (22/05/20).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00