Dampak Cuaca 2020 terhadap Kesehatan

KBRN,Palangka Raya : Berkaca dari prediksi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika -BMKG, ancaman  penyakit  di tahun 2020  yang akan mengganggu jkesehatan  banyak  berkaitan dengan kondisi hujan.

  Dengan kondisi curah hujan tahun 2020  ini lebih tinggi dibandingkan tahun  2019 yang terlihat dengan kejadian banjir yang menyelimuti sebagian wilayah Indonesia sementara itu di Kalimantan Tengah kondisi hujan bulan Maret  ini sedang  hingga lebat meski intensitas curah hujan akan menurun di pertengahan April bilapun ada hujan sedang hingga lebat hanya sesaat.

  Prakirawan Cuaca BMKG  Stasiun Meteorologi Klas I Palangka Raya Cindy  kepada RRI rabu(19/3/20) mengatakan  hingga akhir maret curah hujan di Kalteng pada kisaran menengah 100-150 mili meter sementara itu hingga 10 april mendatang  akan terjadi penurunan intensitas hujan namun curah hujan masih dalam kisaran menengah.”Meski bulan April akan terjadi penurunan intensitas hujan namun kondisi hujan sedang hingga lebat masih terjadi.”kata Cindy

  Kasi Surveilans dan Imunisasi, Dinkes Kota Palangka Raya, Maria Jaquelina meminta masyarakat tetap melakukan kebersihan lingkungan guna mengantisifasi penyakit yang datang di musim pancaroba tahun ini.’’Lingkungan tempat tinggal harus bersih agar berbagaimacam penyakit  dapat diantisipasi.”kata Maria

  Tahun  2020  akan ada implikasi pada penyakit  yang diakibatkan curah hujan, dari DBD hingga leptospirosis -akibat kencing tikus, malaria,

  Penyakit lain yang dikhawatirkan adalah yang timbul karena lingkungan tidah bersih, seperti  pencernaan  termasuk efek keracunan karena tidak menjaga kebersihan makanan hingga masalah pernapasan.Disamping diare, pneumonia (infeksi paru), termasuk keracunan makanan yang diakibatkan  makanan tidak  bersih,

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00