Dinkes Kalteng Tanggapi Isu Virus JE di Pulang Pisau

KBRN, Palangka Raya: Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah menanggapi isu beredarnya virus Japanese Eschepalitis (JE) di Pulang Pisau, Kalimantan Tengah. Pasca meninggalnya seorang anak berusia tujuh tahun yang diduga tertular virus yang disebarkan oleh nyamuk culex di Pulang Pisau, Dinkes Kalteng berencana akan melakukan penyelidikan epidemiologi.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah, Suyuti Samsul, mengatakan dugaan tersebut belum dapat dipastikan karena spesies nyamuk culex tidak ditemukan di Kabupaten Pulang Pisau. “Tapi intinya kalau mau mengatakan bahwa itu adalah akibat virus Japanese Eschepalitis maka dilakukan pemeriksaan serologis. Tidak bisa kita hanya dari gejala lalu memastikan makanya hanya disebutkan itu diduga. Nah ini akan segera tindak lanjuti,” ujarnya pada Rabu (22/01/2020).

Dokter Suyuti menambahkan gejala seorang yang terkena virus Japanese Eschepalitis (JE) hampir sama dengan  penderita demam berdarah. Perbedaannya, orang yang terkena Japanese Eschepalitis (JE) akan mengalami kejang. Sebab virus yang disebarkan nyamuk culex tersebut menyerang selaput otak.

Kepala Dinkes Kalteng ini menjelaskan culex merupakan nyamuk kebun. Untuk menyebarkan virus JE, nyamuk culex harus menggigit orang yang membawa virus atau carrier. Kemudian, melalui nyamuk culex, virus ini kemudian bersarang pada babi.

Meskipun ada nyamuk culex dan ada babi, namun jika tidak ada orang yang memiliki virus JE, lanjut Suyuti, maka tidak akan ada penyakit yang menginfeksi otak tersebut.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00