Cuaca Ekstrem Di Palangkaraya, Telan Korban Jiwa

KBRN, Palangkaraya : Cuaca ekstrem hujan dan ditambah petir yang melanda kota Palangkaraya Kamis sore (9/1/20) menelan korban jiwa,  Ahmad Yamani (26) seorang buruh lepas disambar petir usai bekerja. Kronologis kejadian berdasarkan saksi mata yang juga Ayah dan kakak kandung korban Mawardi dan Anang , Pukul 15.00 Wib sebelum cuaca ekstrem terjadi, orang tua korban Mawardi (60) sempat mengajak pulang kedua anaknya, namun korban dan saksi masih bertahan, akhirnya orang tua korban pulang duluan. Sekitar pukul 17.00 Wib, terjadi hujan deras yang disertai petir. Korban dan pelaku berteduh dibawah tenda terpal warna biru bawah pohon, yang dijadikan tempat berteduh dan tempat penyimpanan genset. Kemudian selesai bekerja saksi dan korban mematikan mesin genset yang dipakai untuk menyalakan mesin ketam kayu. Sesaat setelah mesin genset listrik mati dan ditutup oleh korban dengan menggunakan kain dan posisi korban serta saksi saling berhadapan, ketika itu mesin berada di antara mereka, tiba-tiba korban tersambar petir, langsung mengenai tangan korban. Korban langsung tertelungkup sedangkan saksi sedikit terlempar ke kanan. Selanjutnya saksi membantu korban dengan menelentangkan korban dan memberikan nafas bantuan dan memberikan minum, namun korban tidak menunjukan reaksi.Kemudian saksi berlari ke jalan Yos Sudharso untuk meminta bantuan warga sekitar dan melaporkan ke pihak Kepolisian, Emergency, Damkar dan Ambulance. Tak lama berselang Pihak kepolisian, dan Tim Emergency lainnya datang ke tempat ke lokasi guna menyelamatkan korban, namun nahas nyawa korban tidak bisa diselamatkan, selanjutnya korban dievakuasi ke kamar jenazah RS. Doris Sylvanus Palangka Raya oleh pihak Kepolisian.

Sementara itu, berdasarkan keterangan dr. Ricka Brillianty Sp.KF dokter visum pada RS. Doris Sylvanus Palangka Raya menerangkan bahwa: Tangan kanan korban luka, berupa penebalan kulit pada pangkal jari dan sekitarnya berwarna hitam, pangkal paha kanan luka lecet dengan adanya penebalan di sepanjang sisi luka lecet sepanjang 13 cm dimulai dari awal pinggul mengarah ke bawah, ciri-ciri luka tersebut menunjukan akibat dari sengatan petir. Sengatan petir masuk dari tangan kanan dan keluar dari paha kanan.Selanjutnya setelah dilakukan visum, jenazah korban dibawa pulang ke rumah duka Jl. Mangku Raya Kel. Kereng Bangkirai Kecamatan Sebangau kota Palangka Raya untuk diurus oleh pihak keluarga.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00