Walikota Palangkaraya Tegaskan Bangunan Menutupi Saluran Drenase Harus di Bongkar

KBRN, Palangkaraya : Hujan deras selama 6 jam yang melanda Palangkaraya baru baru ini, membuat banjir dan genangan air di permukiman tak terhindarkan, salah satu penyebabnya karena drenase tidak berfungsi dengan baik. 

Menyikapi masalah tersebut, Walikota Palangka Raya Fairid Naparin secara tegas akan membongkar bangunan yang menutup aliran air ketika hujan deras, karena pemerintah sudah menerapkan aturan, bahwa di atas drenase tidak boleh ada tambahan bangunan, namun kenyataannya tidak diindahakan aturan tersebut.

"Jangan sampai ada bangunan-bangunan ataupun sampah yang menutup infrastruktur drainase,"ungkapnya, Senin (6/1/20).

Lanjut Fairid, saat ini  program perbaikan terhadap infrastruktur drainase oleh instansi teknis, jika nantinya masih ada pemilik bangunan yang sengaja melakukan pembangunan di atas dainase, maka sanksi paling tegas, izin mendirikan bangunan (IMB) yang dimiliki akan dicabut.

Menurut Fairid, setiap warga terutama pemilik bangunan pasti sudah mengetahui ketentuan sebelum mendirikan bangunan. Terlebih ketika ingin mengantongi IMB, dimana segala ketentuan dan syarat harus dipenuhi. Salah satunya bangunan yang didirikan jangan sampai merusak atau berdampak negatif terhadap tatanan lingkungan.

Terkait banjir yang terjadi, disebabkan tingginya sedimen lumpur dan sampah serta banyaknya bangunan yang menutupi drainase, itulah yang mengakibatkan terjadinya banjir pada saat intensitas curah hujan tinggi.

"Ya, karena drainase banyak yang tersumbat, akibatnya air tidak bisa mengalir lagi ke saluran primer, yang ada air drainase meluap ke badan jalan dan rumah warga,"tukas Fairid.

Selebihnya  Walikota visioner ini berharap, masyarakat mempunyai kesadaran  untuk menjaga kebersihan drainase dilingkungannya masing-masing, sehingga saat hujan turun air, drenase tidak tersumbat oleh sampah ataupun terhalang oleh bangunan. Edy. Suroso

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00