Sertifikat Pra Nikah Terkesan MerepotkanJadi Pro Kontra di Kalteng

KBRN,Palangka Raya : Upaya pemerintah  tahun 2020  untuk mewajibkan para pasangan yang hendak menikah memiliki sertifikasi layak nikah di seluruh  wilayah  Indonesia menuai pro dan kontra dari berbagai kalangan  hal ini dampaknya terlalu merepotkan pasangan yang berdomisili berjauhan akibat pekerjaan padahal aturan yang ada setiap pasangan yang hendak menikah harus bersama pasangannya saat ingin  mendapatkan sertifikat pra nikah tersebut.

  Hal ini diungkapkan salah satu psikolog rumah tangga yang juga seorang  pengacaraka  Palangka Raya R A Setiyo Hidayati kepada RRI Senin (021219) Ia menjelaskan manfaat penggunaan sertifikat pra nikah ini ada dua sisi yakni ada  sisi positif  ada pula sisi negatifnya bagi pasangan calon pengantin yang hendak menikah tersebut terkesan merepotkan dan seolah olah jadi formalitas takutnya  dapat  pula di perjual belikan .”Sertifikat pra nikah ini harus  menjadi perhatian Pemerintah agar tidak terkesan mubajir bagi pasangan  calon pengantin.” R A Setiyo Hidayati

  Lain hal yang disampaikan  kepala kantor Kementrian Agama Provinsi Kalimantan Tengah  H Masrawan , ia menegaskan pasangan calon pengantin yang diwajibkan memiliki sertifikat pra nikah tidak akan di persulit  ,ini penting bagi calon pasutri agar lebih memahami hukum sariat islam dari sebuah pernikahan.”Kemenag tidak akan mempersulit calon pasutri ,hanya kehadiran yang diperlukan untuk mempermudah  syarat  sertifikasi.’’ Jelas H Masrawan

  Meski saat ini wacana Pemerintah terkait penerapan sertifikasi perkawinan menjadi sorotan di tengah masyarakat.

 Terdapat  pro dan kontra di  berbagai  kalangan  namu pada tahun 2020 mendatang  program ini akan mulai berjalan  karena melalui program ini, para calon mempelai akan diwajibkan untuk mengikuti kelas atau bimbingan pranikah untuk memperoleh sertifikat. Sertifikat ini nantinya akan dijadikan sebagai syarat perkawinan.(bella)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00