Mahasiswa Tuntut Pemprov Kalteng Atasi Karhutla, Agar Korban Tidak Bertambah

KBRN, Palangkaraya : Belum maksimalnya penanganan karhutla di Kalteng khususnya kota palangkaraya, membuat kualitas udara semakin bururk, bahkan indeks alat pengukur udara menunjukkan level berbahaya. Seiring dengan kondisi tersebut, ratusan mahasiswa Universitas Palangkaraya menunut pemerintah Kalteng segera menetapkan  tanggap dengan kondisi kabut asap.

Wakil Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Palangkaraya Wawan Novardo melayangkan beberapa tuntutan kepada Pemerintah diantaranya diminta secepatnya melakukan percepatan pemadaman karhutla. Adapun sebagian tuntutan dari pendemo antara lain pemerintah harus serius melaksanakan langkah konkret dalam menangani kasus karhutla, mendesak pemerintah segera menerapkan teknologi modifikas cuaca di Kalimantan Tengah, pemerintah diminta menyediakan tenaga medis dan obat obatan serta ruang oksigen bagi korban terpapar asap. Secepatnya mengungkap dalang dibalik pembakaran hutan dan lahan dengan sengaja

 “Kita menuntut pemerintah dapat menyelesaikan masalah kabut asap, karena setiap tahun selalu terjadi, dan kami anggap pemerintah kurang melakukan sosialisasi terhadap pencegahan karhutla, akhirnya meluas seperti sekarang,” sesal Novardo kepada RRI Selasa (17/09/19)

Di tempat terpisah, Walikota Palangkaraya Fairid Nafarin meminta seluruh Camat dan Lurah dapat mengendalikan warganya  dari aktivitas membakar lahan, terutama Camat Jekan Raya dan Camat Pahandut, mengingat dua kecamatan tersebut merupakan wilayah penyumbang asap di kota Palangkaraya.

“Kita inginkan semua pihak tidak saling menyalahkan, saling instropeksi diri dulu, sambil melakukan pemadaman, khususnya daerah rawan karhutla di lingkarluar kecamatan jekan raya,” ucapnya.

Ia optimis, dengan semangat kebersamaan dari seluruh pihak memadamkan titik api di lahan gambut, kabut asap dapat berkurang, seraya pihaknya meminta masyarakat menggelar doa bersama, agar secepatnya turun hujan deras, sehingga kualitas udara sehat kembali untuk dihirup

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00