Kalteng Antisipasi Serangan Hama Tikus dan Ulat Pada Perubahan Iklim

KBRN, Palangkaraya : Perubahan iklim dari musim kemarau ke musim penghujan, seringkali berpotensi terjadinya serangan hama dan tikus pada tanaman padi di Kalimantan tengah.

Menyikapi kondisi tersebut Kepala Balai Perlindungan Tanaman Pangan dan Holtikultura Kalimantan Tengah H Baini, SP,M.Ap terus melakukan antisipasi cepat dengan menyuplai zat kimia anti hama terhadap  perusak tanaman tikus dan ulat. Hal ini dilakukan, untuk menjaga stabilitas panen dari sejumlah petani, mengingat resiko terhambatnya pasokan dari sentra produksi padi di Kalteng, akan berpengaruh pada harga komoditi beras.

“Sebelum terjadi serangan hama saat pergantian musim, kami sudah melakukan pendampingan kepada petani, bahkan sebelum mereka melakukan penanaman pajale, sudah kami beri obat anti hama pada tanaman,” kata Kepala BPTPH Kalteng Baini, kepada RRI Selasa (19/9/2019)

Ia menambahkan, dengan cakupan luas lahan yang ada di Kalteng, otomatis memudahkan petani mewujudkan swasembada pangan, tinggal bagaimana sistem pengolahan dan pendampingan dari pemerintah, dalam hal ini BPTPH sebagai instansi teknis siap mendampingi petani dalam rangka meningkatkan produktivitas hasil pertanian dan tanaman holtikultura.

Sementara itu, ada dua jenis tanaman yang sedang gencar dibantu pemerintah dalam hal perlindungannya, hal ini dilakukan untuk mendukung swasembada di Kalteng antara lain, tanaman Padi Jagung Dan Kedelai, sedangkan Holtikultura tanaman cabe dan bawang merah, siap untuk dikembangkan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00