Tiga Lokasi Menjadi Tempat Penukaran Uang Seri Baru BI Kalteng di Palangka Raya

KBRN,Palangka Raya - peringatan 77 tahun kemerdekaan RI tentunya semakin memberikan suntikan semangat untuk kembali pulih dan bangkit menuju Indonesia maju. Sebagai negara yang berdaulat, Rupiah hadir disetiap sendi kehidupan bangsa Indonesia. Sebagai wujud optimisme agar Indonesia bangkit lebih kuat, Bank Indonesia bersama pemerintah mempersembahkan uang Rupiah kertas Tahun Emisi 2022 yang semakin berkualitas dan terpercaya. Sebagai bentuk penghargaan dan sinergi Bank Indonesia dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah,Bertempat di Aula Serba Guna, Rumah Jabatan Gubernur Kalteng. Kepala Perwakilan BI Kalteng Yura Djalins,jumat(190822) pihaknya telah melakukan penyerahan Token of Appreciation (ToA) berupa 7 lembar pecahan Uang Kertas Rupiah Tahun Emisi 2022 dengan nomor seri istimewa yaitu tahun lahir Gubernur Kalteng yang diberikan kepada Sugianto Sabran. Selanjutnya penukaran uang kertas Rupiah tahun emisi 2022 ini dapat dilakukan oleh masyarakat melalui Kas Keliling Bank Indonesia dengan terlebih dulu mendaftar melalui Aplikasi Pintar di https://pintar.bi.go.id dengan jadwal yakni pada 22 Agustus 2022, pukul 10.00-14.00 WIB di Pasar Kahayan.

Selanjutnya pada 23 dan 24 Agustus 2022, pukul 10.00-14.00 WIB di Pasar Besar dan pada 25 Agustus 2022 pukul 10.00-14.00 WIB di Pasar Rajawali. Yura mengatakan penyerahan ToA dilakukan setelah acara Rakornas Pengendalian Inflasi 2022 yang dilaksanakan secara hybrid melalui aplikasi zoom. Rakornas dibuka oleh Presiden RI dan didampingi oleh Menko Bidang Perekonomian, Gubernur BI, Menteri Keuangan dan Menteri Dalam Negeri. Tujuan dari pelaksanaan Rakornas ini adalah untuk mendorong TPID dalam menjaga stabilitas harga dan ketahanan pangan nasional dengan kebijakan pemulihan ekonomi di daerah. Sejalan dengan hal tersebut,

Gubernur Kalteng memberikan arahan yang selaras dengan arahan Presiden RI dalam pengendalian inflasi yaitu agar setiap daerah dapat memetakan komoditas apa saja yang menjadi penyumbang inflasi utama. Melalui kebijakan ini, diharapkan setiap daerah dapat menjalin kerja sama dengan daerah surplus untuk mengamankan pasokan komoditas yang mengalami defisit. Dengan demikian, potensi inflasi kedepan diharapkan dapat terkendali.(MMC Palangka Raya)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar