Fenomena Ular Masuk Pekarangan Warga

KBRN, Palangka Raya : Jumat pagi, di akhir Juli di sebuah gang milik penduduk Jalan G Obos Palangka Raya , tiba tiba gempar. Pasalnya seorang ibu rumah tangga bernama Astuti berteriak dan histeris. Ternyata ia baru saja melihat sendiri ular piton yang panjanganya lebih dari satu setengah meter dan besarnya hampir sama dengan paha orang dewasa. Ular itu, bergelung dan melahap seekor ayam peliharaan keluarga Astuti.  Astuti terlihat bergidik dan ketakutan dan kemudian melapor sang suami dan diikuti tetangga yang bedatangan.

Hal serupa juga terjadi di  Jalan Badak pada awal Agustus. Seorang bapak bernama Mulyadi juga panik dan ketakutan mendapati ular piton yang ukurannya cukup besar di gudang rumah miliknya. Ia kemudian segera memberitahu tetangganya dan akhirnya diputuskan untuk melapor Damkar Rescue Palangka raya.

Fenomena ular masuk rumah dan pemukiman penduduk kini kerap terjadi. Kenyamanan dan ketenangan  penduduk yang sedang beraktivitas tiba tiba terusik dengan penemuan penemuan mengejutkan ular yang masuk kandang ternak, masuk gudang bahkan masuk ke ruang tamu warga.

Dari berbagai analisis dan kajian sejumlah pihak termasuk ERP (Emergency Response Palangka Raya) dan Damkar Rescue Palangka Raya , ular ini terpaksa masuk ke pemukiman penduduk karna berbagai sebab. Diantaranya karena kehabisan makanan akibat rusaknya habitat, atau adanya sarang sarang baru di dekat pemukiman penduduk. Kondisi sebagian  lahan di Palangka raya yang masih berupa semak dan rawa sangat memungkinkan adanya ular yang kemudian bersarang dan beranak pinak di dalamnya.

Kepada sejumlah wartawan,  Kasi Operasi Penyelamatan Pemadam Kebakaran Kota Palangka Raya , Sucipto, Rabu (17/08/2022)  mengungkap, banyak  tanah kosong yang dimiliki oleh warga tidak terpelihara dan banyak rumput dan semak yang tinggi, sehingga memungkina ular bertumbuh biak di dalamnya.

“Terlebih jika ular yang sudah bersarang di semak semak kelaparan dan kebingungan mencari bahan makanan”, tukasnya.

Terkadang ular yang berkeliaran di pemukiman warga ini juga menyasar tikus yang terkadang hidup di sekitaran rumah warga. Ular ini kemudian memangsa tikus dan bersembunyi untuk mencerna tikus atau ayam yang dimangsanya.

“Warga harus  terus membersihkan dan menjaga pekarangan , gudang atau dapur miliknya serta memastikan rumahnya tidka menjadi sarang tikus”, jelasnya.

Sementara itu, seorang koodinator Emergency Rescue Team (ERP), Nigo menyebut,  kemungkinan ular masuk pekarangan karena habitat alam dan masih banyak rawa dan semak di sekitaran rumah penduduk.

“Terlebih saat ini masih musim penghujan sehingga membuat ular terdesak keluar dari persembunyiannya”, terangnya.

Ular masuk pemukiman bahkan rumah adalah kejadian yang benar-benar membuat ketakutan dan kepanikan. Ini akan lebih berbahaya jika warga memiliki anak balita atau hewan peliharaan di sekitaran rumahnya. Inilah waktunya warga masyarakat untuk saling peduli bahkan jika perlu melakukan gotong royong dan saling memantau jika ada gelagat ular di sekitarnya. Walaupun masalah ini bisa diselesaikan oleh tim rescue, ada baiknya jika fenomena ini bisa diantisipasi warga dengan saling bekerja sama dan bahu membahu. (NT)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar