Mulai dari Peningkatan Kualitas SDM Hingga Membangun Inkubator Bisnis, Apabila Terpilih Rektor UPR

KBRN, Palangka Raya : Pemilihan Rektor Universitas Palangka Raya (UPR), Kalteng, memasuki tahap akhir. Tiga orang pilihan yakni, dua Wakil Rektor, Salampak Dohong dan Berkat serta Dekan Fakultas Pertanian, Sosilawaty akan bersaing dalam pemilihan orang nomor satu di universitas terbesar di Kalteng ini. Calon Rektor, Sosilawaty kepada RRI, Jumat (12/8/22), mengaku apabila terpilih menjadi Rektor UPR akan melakukan beberapa inovasi tanpa menghilangkan program baik yang telah berjalan selama ini. Dirinya juga bakal melakukan pembenahan atau melakukan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), sehingga berintegritas, berdaya saing dan ingin memunculkan peran dari alumni dalam membangun UPR agar lebih baik lagi. 

Selain itu, menyelenggarakan pembelajaran inovatif sesuai dengan program Kampus Merdeka, dimana mahasiswa dituntut inovatif. Misalnya bagaimana sistem pembelajarannya harus menyesuaikan dengan program Merdeka Belajar. "Jadi mahasiswa inikan diberikan keterampilan atau jiwa kewirausahaan. Supaya mahasiswa kalau lulus, tidak hanya mengandalkan jadi PNS saja atau karyawan di perusahaan, jadi sudah memiliki jiwa wirausaha," ujarnya. Kemudian, meningkatkan kualitas, kapasitas dan fasilitas penelitian serta pengabdian kepada masyarakat. "Setiap unit-unit fakultas ini mempunyai dana penelitian sendiri khusus untuk dosen. Jadi tidak hanya mengandalkan dari lembaga penelitian. Ada dana di setiap fakultas, dosennya boleh melakukan penelitian, publikasi sehingga dosen memiliki kesempatan yang sama dalam melakukan penelitian," ungkapnya. 

Menjadikan UPR sebagai pusat pengembangan IPTEK rawa gambut tropika, juga menjadi tujuan dirinya mengabdikan diri sebagai rektor karena kampus UPR dikenal oleh dunia salah satunya karena keberadaan lahan gambut.  "Kita kan sudah punya gedung penelitian tapi peralatan masih belum lengkap. Sehingga ke depan, sarana prasarana memadai bisa terpenuhi. Agar memang betul-betul menjadi pusat penelitian gambut. Kita juga memiliki aset berhubungan dengan lahan gambut. Misalnya hutan kita di Hampangen, Hutan Meranti Merah hasil kerjasama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan," katanya.  Terkahir, terkait status BLU UPR, artinya ada kelonggaran pengelolaan keuangan, sehingga universitas membiayai dirinya sendiri, artinya perlu kesiapan kampus untuk menghasilkan pendapatan. "Saya akan membangun inkubator-inkubator bisnis yang bisa memperoleh dana untuk kampus. Kemudian ke depan sebelum tahun 2026, harus ada unit yang memperoleh zona integritas. Dimana terwujudnya wilayah bebas korupsi, wilayah birokrasi bersih melayani," pungkasnya. Pemilihan Rektor UPR rencananya digelar pada September 2022 diikuti pihak dari Kemendikbudristek selaku pemilik 22 suara dan 40 anggota Senat UPR akan diawasi langsung oleh Inspektur Jenderal Kemendikbudristek dan turut disaksikan oleh perwakilan dosen maupun mahasiswa. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar