Tak Miliki Kamar Mandi, Hurdi Harapkan Bantuan Bedah Rumah

KBRN, Palangka Raya: Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR)  di seluruh Indonesia melalui Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau lebih dikenal Bedah Rumah  terus melakukan  pembangunan rumah layak huni untuk  masyarakat yang membutuhkan.

Program Bedah Rumah disambut baik warga Kota Palangka Raya namun diharapkan penyalurannya dapat tepat sasaran. Melalui program tersebut rumah tidak layak huni bisa ditingkatkan menjadi layak huni.

Salah seorang warga Kota Palangka Raya, Hudri, mengatakan dirinya pernah mengajukan bantuan untuk bedah rumah kepada ketua RT dan kelurahan, namun hingga sekarang belum juga menerima bantuan tersebut.

Hudri yang bekerja sebagai buruh harian ini mengharapkan agar pemerintah lebih sering turun ke lapangan untuk melihat langsung rumah warga yang tidak layak huni.

“Saya memohon juga sama pemerintah setempat tapi belum ada lagi niat pemerintah membantu. Pemeritah mungkin siap membantu masyarakatnya, tapi petugasnya yang tidak sampai ke kita,” kata Hudri saat ditanyai di rumahnya yang berada di kawasan Jalan Kecipir pada Selasa (9/8/2022).

Penghasilan Hudri yang tidak menentu setiap harinya membuat ia kesulitan untuk memperbaiki rumahnya. Hudri bersama istrinya sudah menempati rumah yang tidak ada kamar mandi dan toilet selama 5 tahun. Bahkan rumahnya yang terbuat dari kayu itu pun tidak memiliki sekat pembatas dan pintu belakang hanya menggunakan terpal.

Hudri sangat mengharapkan perhatian dari pemerintah untuk memperbaiki rumahnya yang berukuran 4x4 meter tersebut. Ia menambahkan dengan rumah yang layak huni akan membuatnya hidup lebih aman dan nyaman. (Wln/Sep)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar