BKKBN Kalteng Sasar Kabupaten/Kota Lakukan Rekonsiliasi Stunting

KBRN, Palangka Raya : BKKBN Kalteng lakukan Rekonsiliasi Percepatan penurunan stunting Tingkat Kabupaten/kota Provinsi kalimantan tengah 2022.

Persoalan stunting ini merupakan masalah yang cukup besar jika tidak cepat diatasi. untuk mengatasi percepatan penurunan stunting di seluruh kabupaten  perlu adanya kerjasama yang baik serta komitmen bersama. Rekonsiliasi ini sangat perlu dilakukan. Untuk bisa menjadi penghubung, dinas ini bisa melakukan apa, juga lembaga ini bisa berbuat apa, dan ada strategi bagaimana agar angka stunting bisa turun. Karena bagaimanapun masalah ini kalau tidak ada komitmen dan kerjasama maka akan sangat sulit mencegah stunting.

Plt. Kepala Perwakilan BKKBN Kalteng menyampaikan harapannya kegiatan rekonsiliasi ini dapat menjadi forum diskusi semua elemen, untuk saling berbagi informasi, berbagi solusi, menyatukan berbagai potensi yang dimiliki, dengan semangat kolaboratif dan niat yang sama mewujudkan visi dan misi pemerintah daerah, dalam melakukan berbagai program dan kegiatan yang berkaitan dengan percepatan penurunan stunting di Kalimantan Tengah khususnya di Kabupaten/kota.

" Sebagaimana amanat Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 Tentang Percepatan Penurunan Stunting, BKKBN ditunjuk sebagai ketua pelaksana percepatan penurunan stunting. Kami menyadari bahwa tugas besar dan mulia ini, bukanlah tugas yang mudah, namun kami yakin dan percaya dengan sinergitas dan kerjasama diantara semua pihak, baik itu pemerintah daerah dan berbagai komponen masyarakat lainnya, maka target percepatan penurunan stunting di Kabupaten Seruyan dapat tercapai," terangnya. Minggu (07/08/2022).

Sementara Satgas Penanganan stunting Kalteng, Dewiratna Juwita mengatakan Upaya pencegahan stunting dimulai dari hulu, yakni edukasi dan pendampingan kepada PUS atau dalam hal ini calon pengantin (Caput). 

" Pendampingan dan edukasi kespro pada Caput dilakukan oleh Tim Pendamping keluarga yang ada pada setiap desa dan kelurahan se Kalimantan Tengah.  Melalui aplikasi Elsimil (Siap Nikah dan Siap Hamil) TPK melakukan edukasi dan pedampingan pada calon pengantin," jelasnya. 

Untuk pasangan yng sudah menikah pencegahan bayi lahir stunting dapat dilakukan dengan melakukan pola hidup sehat, tidak merokok, rajin olahraga dll, mengkonsumsi makanan bergizi seimbang sebagaimana yang direkomendasikan dalam “isi piringku” dan yang terpenting juga melakukan pola asuh yang benar melalui pemeriksaan Kesehatan imunisasi, rajin ke posyandu dan memberikan makanan bergizi kaya  nutrisi baik dan pemberian obat atau makanan untuk ibu hamil atau bayi berusia 0-23 bulan. 

" Sebagaimana diketahui bersama bahwa berdasarkan hasil Studi Status Gizi Indonesia (SSGI)Tahun 2021, angka Prevalensi Stunting di Provinsi Kalimantan Tengah yaitu sebesar 27,4 persen," tutupnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar