Nilai Agama Di Praktekkan, Bukan Dikaji

Kbrn, Palangkaraya : Minimnya guru mata Pelajaran Agama di daerah pelosok, berimbas pada merosotnya nilai nilai akhlak dan berdampak buruk pada generasi muda, yang diharapkan sebagai calon pemimpin di masa depan.

Menyikapi hal demikian, Kepala Dinas Pendidikan Kota Palangkaraya, Sahdin Hasan turut prihatin dengan terjadinya krisis moral di Indonesia, khususnya di kota kota besar terjadi banyak kasus pembegalan sampai kekerasan berat dan ringan. Menurutnya merosotnya moral, akibat kurangnya pelajaran Agama di sekolah. Tak dapat dipungkiri,  masing masing agama tentu saja mengajarkan kepada umatnya nilai nilai kebaikan, bahkan melalui pelajaran agama di sekolah  tujuannya untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia, menjadi pribadi yang unggul dan bermanfaat bagi bangsa.

“Negara harus memperkuat pelajaran agama agar menjadi pengendali diri bagi generasi muda,  makanya kalau saya mendengar di pelosok desa sampai ada kekurangan guru agama sangat keterlaluan, dan sungguh miris,” kata Sahdin kepada RRI Rabu,  (6/7/22)

Selain sebagai pengendali diri lanjut Sahdin,  pelajaran Agama di sekolah dapat menjadi bagian dari pengamalan pancasila sila pertama, yang menekankan kepada setiap warganya untuk berhati hati dalam melangkah, karena mendapat pengawasan dari Tuhan yang maha esa.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar