Pemko Terus Optimalkan PAD

Kbrn, Palangkaraya : Potensi mendongkrak pendapatan asli daerah di kota Palangkaraya dapat dilakukan dengan memaksimalkan sektor jasa dan pariwisata, namun dalam upaya menuju ke arah tersebut, rawan terjadi kebocoran anggaran, lantaran kurangnya transparansi yang dilakukan melaliui kecanggihan tehnologi.

Ketika di konfirmasi RRI terkait hal itu, Walikota Palangkaraya Fairid Nafarin mengakui bahwa minimnya sarana digital terhadap laporan keuangan, seringkali mengakibatkan bocornya anggaran, untuk itu pihaknya ke depan, berupaya memanfaatkan kecanggihan tehnologi dengan membuat aplikasi khusus yang berkaitan dengan pelaporan.

“Ini dilakukan tujuannya, agar masyarakat dan satuan organisasi perangkat daerah yang ada di jajaran pemerintah kota Palangkaraya dapat mengakses data keuangan, sehingga tidak ada lagi yang ditutup tutupi terutama kaitannya dengan uang negara,” kata Fairid kepada RRI Rabu (5/07/22)

Ia menambahkan, Pendapatan Asli Daerah kota Palangkaraya dibandingkan dengan Kabupaten lainnya di Kalteng memang rendah, mengingat tidak ada sumber daya alam yang dapat dimanfaatkan menjadi pemasukan kas daerah, praktis pihaknya hanya mengandalkan pada sektor jasa salah satunya penarikan pajak bumi dan bangunan.

“Kami optimis seiring dengan system online dalam hal pelaporan, tidak ada lagi kebocoran anggaran,” tukansya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar