Ditemukan 113 Kasus PMK di Palangka Raya

KBRN,Palangka Raya : Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota, Renson melalui Kepala Bidang Kesmavet, Sumardi menyebut telah ditemukan ratusan kasus PMK yang menyerang ternak jenis sapi dan kambing. Data terbaru hingga 4 Juli, ada 113 kasus PMK di Kota Cantik.

Dari seluruh kasus tersebut, 36 ekor di antaranya merupakan suspek dengan menunjukan gejala klinis PMK dan telah diambil sampelnya. Kemudian dari suspek tersebut ternyata 11 ekor terkonfirmasi positif PMK dan 25 ekor lainnya dinyatakan negatif. Sehingga saat ini ada total 90 ekor ternak masih dinyatakan sakit, 4 ekor harus dipotong dan 19 ekor ternak dinyatakan sembuh.

Kepala Bidang Kesmavet, Sumardi mengatakan untuk saat ini, sapi yang sembuh sudah tidak lagi menunjukkan gejala klinis PMK. Namun belum diperkenankan untuk didistribusikan. Semua kasus sudah bisa kami tangani karena sistem peternakan di sini sudah menerapkan kandang terpisah, dan peternak sudah memisahkan hewannya yang sakit. Selama ini upaya Pemko untuk mencegah masuknya PMK sudah maksimal. Mulai dari sosialisasi, penerapan rekomendasi dan pemantauan hewan ternak masuk ke dalam kota, hingga mengambil hewan ternak dari zona hijau PMK dan menerapkan sistem karantina sudah dilakukan.

Untuk itu, Sumardi berharap agar seluruh masyarakat khususnya pelaku usaha peternakan untuk bisa mentaati peraturan yang berlaku, untuk lalulintas distribusi hewan ternak potong maupun bibit. Selain itu, ia berharap agar Pemerintah Provinsi Kalteng bisa menerapkan check poin pada wilayah perbatasan Kalsel - Kalteng guna mencegah hewan yang terinfeksi masuk wilayah Kalteng. (Borneo News)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar