Semua Pengurus Puspa Miliki Tujuan Sama Lindungi Perempuan Dan Anak

KBRN, PALANGKA RAYA : Kiprah Forum Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (PUSPA) terus berbenah, kali ini organisasi yang melibatkan  seperti, keagamaan, kemasyarakatan, akademisi, lembaga profesi, dunia usaha, dan media, merancang agenda penting buat kesejahteraan perempuan, dan anak.

Ketua Puspa Kalteng Nunu Andriani menyampaikan, bahwa forum ini dilaksanakan untuk tujuan pemberdayaan perempuan, dan perlindungan anak

“Forum Puspa di tiap daerah sudah terbetuk tinggal melakukan aksi di lapangan, bukan sekedar numpang nama, saya yakin semua anggota berpengalaman dan mempunyai peran masing-masing dari lembaga organisasi atau instansi, yang dimana para anggota sesuai dengan kompetensi dan tupoksinya,” kata Ketua Puspa Kalteng Nunu Andriana, Selasa 5 Juli 2022.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas P3APPKB Provinsi Kalteng Linae Victoria Aden menyampaikan, peran Forum Puspa ini memiliki peran besar dalam membantu pemerintah dalam hal pemberdayaan, perempuan, dan perlindungan anak.

“Sejauh ini kasus-kasus kekerasan di Kalimantan Tengah masih marak, inilah fungsi Puspa, dapat meredam minimal mengurangi,  karena  pemerintah tidak mungkin menanganinya sendiri, sehingga partisipasi dari masyarakat sangat dibutuhkan, untuk bersama-sama membantu pemerintah dalam menangani masalah yang berkaitan dengan perempuan, dan anak,” kata Kepala Dinas P3APPKB Provinsi Kalteng Linae Victoria Aden.

Sementara itu, Penasehat II Puspa Kalteng, Frans Martinus menyampaikan, dalam Forum Puspa ini hal pertama yang akan dilakukan berkolaborasi,  semua pihak termasuk dunia usaha, mempunyai kepedulian untuk meningkatkan peran keluarga terkhusus, dalam upaya pemberdayaan peran perempuan, dan anak-anak.

Selanjutnya kontribusi, dalam Forum Puspa ini, kita akan tuangkan dalam banyak hal seperti Corporate Social Responsibility (CSR), dan apapun forum ini butuhkan, untuk kampanyekan keluarga Indonesia yang baik, sehat, dan mempunyai daya saing yang baik.

“Tujuan yang ingin dicapai itu ialah kompetensi, dimana kita berharap punya keluarga Indonesia yang baik, sejahtera lahir dan batin, semua tercukupi, serta angka seperti stunting, pernikahan dini, dan lainnya itu bisa kita tekan,” bebernya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar