Pemprov Kalteng Jalin kerja Sama dengan RS Pengampu Nasional

KBRN, Palangka Raya: Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mengambil langkah kerjasama dengan rumah sakit pengampu untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat untuk menangani penyakit jantung, kanker dan stroke. 

Tiga penyakit tersebut menjadi atensi prioritas pemerintah pusat. Di Kalteng sendiri, tiga penyakit itu masuk dalam sepuluh penyakit terbanyak baik rawat jalan maupun rawat ini.

Penandatanganan surat komitmen dan MoU antara RS pengampu nasional rujukan kardiovaskular yakni Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita, Rumah Sakit Pusat Otak Nasional Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono dan Rumah Sakit Kanker Dharmais dengan Pemprov Kalteng berlangsung pada Senin di Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur Kalteng.

Surat Komitmen dan MoU ditandatangani secara langsung oleh Gubernur Kalteng Sugianto Sabran bersama tiga direktur RS pengampu. 

“Kami mengucapkan terimakasih dan apresiasi atas komunikasi yang berjalan dengan baik selama ini bersama tiga RS pengampu yang bekerjasama dengan Pemprov Kalteng dalam hal ini RS jejaring yakni RSDS Palangka Raya, hal ini menjadi sejarah baru di bidang kesehatan,” kata gubernur.

Gubernur Sugianto mengapresiasi perhatian kementerian terkait dan RS pengampu. Menurutnya, keseriusan pemerintah pusat dan ketersediaan RS pengampu dalam membantu RS jejaring di Kalteng untuk bisa melaksanakan tindakan tiga penyakit tertinggi di Kalteng harus ditindaklanjuti dengan serius di daerah.

“Saya minta kepada kepala Dinas Kesehatan Kalteng dan direktur RSDS Palangka Raya menjalankan kerjasama ini dengan baik, harus melakukan langkah dan kerja cepat untuk memberikan pelayanan kesehatan secara maksimal kepada masyarakat, ini menjadi kewajiban pemerintah, laksanakan dengan semangat Isen Mulang,” kata Gubernur Sugianto.

Direktur Rumah Sakit Doris Sylvanus (RSDS) Palangka Raya, Yayu Indriaty, mengatakan saat ini RSDS Palangka Raya telah ditetapkan sebagai RS jejaring kardiovaskular di Kalteng oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI. 

Implementasi dari keputusan Menkes ini perlu ditindaklanjuti dengan adanya perjanjian kerjasama antara Pemprov Kalteng dengan tiga RS pengampu kardiovaskular jantung, kanker dan stroke.

“Kerjasama ini dalam bidang peningkatan pelayanan dan pengembangan ilmu pengetahuan dari RS pengampu yang bekerjasama dengan RSDS,” kata Yayu.

Yayu menyebut, dengan berkembangnya ilmu pengetahuan teknologi baik ilmu kedokteran dan perawatan, nantinya diharapkan menjadi tenaga lebih handal dan profesional. Diikuti dengan sarana dan prasarana yang semakin memadai dalam pelayanan kesehatan.

“Diharapkan nantinya masyarakat mendapatkan akses pelayanan kesehatan yang merata, terjangkau dan lebih bermutu,” sebutnya. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar