Ratusan Sapi Terpapar, Palangka Raya Zona Merah PMK

KBRN, Palangka Raya : Wabah penyakit mulut dan kuku sudah menulari ratusan sapi di kota palangka raya, sehingga membuat ditetapkan Ibukota Kalimantan Tengah sebagai zona merah.

Kepala Pusat Kesehatan Hewan Puskeswan Palangka Raya Drh. Eko Hari Yuwono mengatakan, sapi yang tertular didatangkan peternak tanpa melalui prosedur yang dtelah ditetapkan pemerintah, salah satunya karantina, dan wabah PMK saat ini telah menyebar di tiga kecamatan yaitu jekan raya, pahandut, dan sebangau.

"Sejauh ini dari temuan, jumlah sapi terapapar PMK  sebanyak 106 ekor, dari ratusan hewan tersebut 90 persen masih bisa disembuhkan dengan cara pengobatan tradisional dan vaksinasi, bahkan saat ini sapi yang terpapar PMK dilakukan penanganan intensif, sebagian terpaksa di potong paksa oleh pemiliknya.," Kata Eko. Senin (4/7/22)

Kendati Palangka Raya ditetapkan zona merah, kebutuhan hewan kurban terpenuhi sebanyak seribu lebih, sejumlah sapi tersebut didatangkan dari zona hijau antara lain Sulawesi, NTT, dan Bali, serta melalui prosedur yang benar yakni karantina 14 hari, hal inilah yang membuat harganya sapi melonjak naik per ekornya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar