Penyaluran Hewan Kurban Harus Tepat Sasaran

KBRN,Palangka Raya : Tahun 2022 ini , jumlah stok hewan kurban sapi dan kambing di wilayah Kota Palangka Raya mencukupi meski masih merebak penyakit mulut dan kuku-PMK . Untuk sapi total sebanyak 1.541 karena ada penambahan 250 ekor dan untuk kambing total sebanyak 334 ekor dengan penambahan 100 ekor. Sementara itu untuk rata - rata kebutuhan kurban khususnya wilayah Kota Palangka Raya berkisar antara 700 sapi dan 225 kambing. Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palangka Raya, melalui UPTD Pusat Kesehatan Hewan intensif memeriksa kondisi sapi dan kambing yang masuk ke Kota Palangka Raya untuk memastikan kesehatan ternak sebagai hewan kurban yang layak di sembelih dengan pemberian tanda atau pening. Ketua Mesjid Saidah Maryam di Jalan Kecipir Palangka Raya Azzizurrahman ,Minggu (030722) kepada rri mengatakan untuk meratanya pembagian daging kurban bagi masyarakat yang berhak menerima pihaknya tahun ini telah membuat kupon kurban sebanyak 1.900 kupon dengan total hewan kurabn sapi sebanyak 11 ekor dan tambahan kambing berkisar 5 ekor.

Dijelaskan Azzizurrahman pihaknya akan terlebih dahulu mengutamakan bagi masyarakat komplek induk Kecipir yang menerima kupon kelebihan daging kurban barulah diberikan bagi masyarakat sekitar mesjid Saidah Maryam,”kami membagikan kupon kurban sebelum Idul Adha dan dibagikan merata di komplek jalan induk di Kecipir.”ucap Azzizurrahman

Sementara itu Kepala Sub bagian Kesra Setda Kota Palangka Raya Fitriadi menyampaikan Untuk pemerintah Kota Palangka Raya tahun ini, tidak ada menganggarkan hewan kurban. Tetapi akan mengajukan proposal CSR perihal permohonan pemberian Sapi kurban , untuk ikut merayakan hari raya idul adha 1443 H 2022 ini, namun sampai saat, ini, masih belum ada lagi kepastian berapa jumlah hewan kurban yg akan diberikan,”sampai saat ini kami masih menunggu saka kepastian CSR dari perusahaan-perusahaan yang ada di Palangka Raya.”jelas Fitriadi

Tata Cara Pembagian Daging Qurban yang Adil dan Sesuai Tuntunan Islam yakni Pembagian Hasil Qurban secara Adil dan Tidak Menyusahkan Orang Lain dalam Pembagian Daging Qurban tersebut. Sedangkan pendapat sebagian besar ulama yang didasarkan pada hadis, pembagian daging qurban ,1/3 untuk orang yang berqurban, Bagian 1/3 untuk sedekah dan 1/3 untuk dihadiahkan. Sementara itu Ulama Syafi’iyyah berpendapat bahwa qurban yang diterima orang miskin berstatus tamlik (hak kepemilikan secara penuh). atau bisa dikonsumsi sendiri, dijual, disedekahkan, dan lain sebagainya. Sementara itu, qurban yang diterima orang kaya tak menjadi hak milik secara utuh. Ia hanya diperbolehkan menerima qurban untuk alokasi yang bersifat konsumtif sehingga tidak boleh djual.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar