Akademisi : Penataan PKL Perlu Dialog Humanis

KBRN, Palangka Raya : Penataan Pedagang Kaki Lima di Provinsi Kalimantan Tengah memerlukan upaya dialog persuasive dan pendekatan yang humanis. Sosislisasi dan langkah persuasive harusnya dilakukan sebelum penertiban dan melakukan peggeseran tempat. Hal ini disampaikan seorang akademisi Kalteng, Sidik Usop kepada RRI, Jumat (30/06/2022) . Disebutkan Sidik, pedagang kaki lima haruslah dipandangan sebagai sesama manusia . Dimana mereka memiliki keinginan, harapan dan kehendak. Sehingga penertiban Pedagang Kaki Lima atau PKL ini haruslah didahulukan langkah persuasive, memberikan arahan dan dialog secara kemanusiaan.

Saat ini PKL berperan sebagai penyokong kehidupan ekonomi masyarakat dan Negara haruslah didekati dengan cara humanis dan persuasive. Selain itu juga perlu dipikirkan rencana relokasi di tempat yang membuat mereka lebih mudah berjualan.  “Sebelum dilakukan penertiban haruslah dilakukan upacya pencegahan dengan cara pembinaan Pedagang Kaki Lima atau PKL”, jelasnya. (NATA)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar