Ketum PWI: Jurnalis Harus Tingkatkan Kompetensi dan Kapabilitas

KBRN, Palangka Raya: Media cyber yang tidak bermutu di Indonesia makin bertumbuh subur seiring mudah dan murahnya untuk mendirikannya. Ketum PWI Pusat, Atal S. Depari, pada malam puncak Hari Pers Nasional tingkat Provinsi Kalimantan Tengah di Murung Raya, mengatakan diperkirakan sudah ada sekitar 50 ribu media cyber di Indonesia namun yang tersertifikasi hanya sekitar seribu sampai dua ribu media. 

Menurutnya semua media cyber ini melahirkan wartawan yang bisa jadi belum sama sekali dibekali pelatihan keterampilan jurnalistik, kode etik jurnalistik dan kode perilaku wartawan. 

"Memang harusnya kalau mau jadi wartawan itu harus kenyang dulu pelatihan. Kita harus berlatih terus jangan sampai kita sembarangan menulis. Kenapa ini penting? Anda harus tahu bahwa wartawan itu adalah profesi intelektual yang bekerja sebesar-besarnya bagi kepentingan publik, untuk kepentingan masyarakat bukan kepentingan dia. Karena itu harus mengontrol tulisan dengan menerapkan kode etik. Kita harus menerapkan ilmu-ilmu yang kita pelajari dalam jurnalistik," ucapnya, Minggu (26/6/2022) malam.

Menurutnya uji kompetensi wartawan dapat menjelaskan kualitas seorang jurnalis. Atal menambahkan 90 persen program PWI adalah pendidikan dan pelatihan bagi wartawan. 

Pada kesempatan yang sama Bupati Murung Raya, Perdie M. Yoseph, mengatakan seorang jurnalis profesional mempunyai peran penting dalam kehidupan sosial. Selain diharapkan menyediakan hiburan, media massa juga berperan menyampaikan informasi yang penting dalam kehidupan sosial. 

"Karena isi media merupakan konsumsi otak bagi khalayak ramai sehingga apa yang ada di media massa akan mempengaruhi realitas obyektif pelaku interaksi sosial," ucapnya. 

Bupati Perdie M. Yoseph mengatakan terkait misi, tanggung jawab dan etika pers dan media agar demokrasi makin hidup ke depan makin berkualitas bermartabat maka pemberitaan pers harus objektif dan faktual. Bukan sekadar isu dan bukan fake news. Harus fair dan berimbang. 

Bupati Murung Raya yang menerima pin emas dari PWI ini pun menambahkan kemajuan teknologi terkait penyebaran info yang berkembang saat ini melalui berbagai media sosial  merupakan tantangan bagi semua insan pers untuk disikapi secara bijak.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik Provinsi Kalteng, Agus Siswadi, saat membacakan sambutan Gubernur Sugianto Sabran menyampaikan pers mempunyai peran strategis dalam pembangunan bangsa.

"Peran strategis tersebut, tentunya menjadi sebuah tantangan bagi kalangan pers itu sendiri. Menjadi harapan kita bersama, pers mampu memposisikan diri sebagai bagian dari pelaku pembangunan.Pers harus menyampaikan informasi yang berperan positif dalam mengembangkan khazanah ilmu dan pengetahuan. Artinya, informasi yang diberikan pers harus memberikan dampak positif, baik pada ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik khalayak," ucapnya.

Pers di Kalteng diharapkan dapat menjalankan fungsinya sebagai penyebar informasi yang obyektif dan edukatif, melakukan kontrol sosial yang konstruktif, dan menyalurkan aspirasi rakyat dan memperluas komunikasi dan partisipasi masyarakat. 

Agus juga berharap, PWI mampu mengambil peranan membantu pemerintah dalam menangkal informasi yang tidak bertanggung jawab atau hoaks. karena hoaks merupakan informasi yang sengaja disebarkan oknum tidak bertanggung jawab hanya untuk memecah belah bangsa, dan bisa menghambat laju pembangunan di Kalteng. (foto: MMCKalteng)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar