48 Sapi PMK Ditemukan Di Palangka Raya

KBRN RRI,Palangka Raya : Di Kota Palangka Raya saat ini telah ditemukan 48 kasus penyakit mulut dan kuku (PMK), yang ditularkan lewat hewan ternak kambing dan sapi milik pedagang hewan kurban di Palangka Raya. Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Masyarakat Veteriner, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Palangka Raya Sumardi,Senin (270622) mengatakan dari seluruh kasus sapi terjangkit penyakit mulut dan kuku-PMK,ada 25 sapi masih sakit dan dalam perawatan, 19 sapi dinyatakan sembuh dan empat sisanya dipotong paksa. Dan kasus sapi terjangkit PMK ini hanya terjadi di kandang milik peternak yang mendatangkan sapi dari luar daerah untuk keperluan hewan kurban. Sementara untuk peternak lokal,” sampai saat ini kondisi sapi masih aman ,khususnya untuk kurban ada penambahan stok sapi kurban 250 ekor dan kambing 100 ekor.”ucap Sumardi

Sementara itu Kepala UPTD Pusat Kesehatan Hewan (PUSKESWAN) Kota Palangka Raya drh Eko Hari Yuwono menambahkan ,untuk memutus mata rantai kasus PMK di Kota Palangka Raya atau beberapa daerah lain di Kalimantan Tengah yang telah tertular PMK seperti Kotim dan Kobar dengan cara melakukan diagnosa, petugas langsung melakukan tindakan awal dengan memberikan antibiotik dan vitamin pada 19 sapi yang bergejala. Kandang serta sapi juga harus disemprot cairan desinfektan,” UPTD Pusat Kesehatan Hewan terus berupaya melakukan edukasi terhadap pemilik untuk selalu menjaga kebersihan kandang, membatasi ke luar masuknya manusia ke kandang, disarankan untuk menutup sampai ternak sembuh.”terang Eko

Hari Yuwono Selain itu harga jual hewan kurban saat ini melonjak naik akibat kasus PMK dengan rata-rata kenaikan harga jual hewan kurban seperti sapi dan lainnya di kisaran angka Rp. 2-3 juta Selain itu Pusat Kesehatan Hewan Kota Palangka Raya juga melakukan pengawasan terhadap sapi milik para peternak Kota ,sehingga meminimalisir potensi penyebaran PMK.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar