Perjalanan Luar Daerah Penyebab Kasus Covid-19 Di Palangka Raya

KBRN,RRI Palangka Raya : Akibat perjalanan luar daerah membuat kasus covid-19 di kota Palangka Raya kembali mengalami peningkatan.

Ketua Harian Satgas Covid-19 Kota Palangka Raya, Emi Abriyani Jumat (240622) mengingatkan kepada warga masyarakat kota Palangka Raya untuk agar tetap mentaati protokol kesehatan (Prokes) Covid-19. Emi mengatakan, ketaatan terhadap prokes tetap perlu dilakukan saat ini sebab pademi Covid-19 masih belum benar-benar berakhir. Terlebih lagi, dalam beberapa hari terakhir ini kasus konfirmasi Civid-19 di Kota Palangka Raya mengalami peningkat. an,”Pasien ada 19 orang sebagian mendapat perawatan di Rumah Sakit untuk sakit dan bergejala berat dan melakukan isolasi mandiri bagi bergejala ringan dan tanpa gejala.”ucap Emi Abriyani

Sementara itu salah satu warga Kota Palangka Raya Risa mengatakan dengan naiknya kasus covid-19 di Kota Palangka Raya akibat perjalanan luar daerah dampaknya dirasakan oleh warga masyarakat yang tidak melakukan perjalanan kemana-mana.Untuk itu sebaiknya bagi warga kota Palangka Raya yang telah melakukan perjalanan luar kota sebaiknya wajib melakukan isolasi mandiri terlebih dahulu dan keluarga terdekat juga diharapkan melakukan isolasi juga dan tidak keluar rumah sampai isolasi selesai agar tidak menularkan kepada orang lain.,”iya sebaiknya habis perjalanan luar kota harusnya isolasi mandiri dulu agar tidak menularkan virus kepada anggota keluarga lainnya.”terang Risa

Saat ini masyarakat tetap diminta mentaati taat prokes agar aman dari paparan Covid-19 sekalipun sudah divaksin. Karena Covid-19 yang meningkat di Kota Palangka Raya banyak diakibatkan transmisi lokal. Sebaiknya jika ada masyarakat yang baru saja datang dari luar daerah, terlebih dari zona merah atau orange Covid-19 agar dapat melakukan isolasi mandiri terlebih dahulu, agar menghindari masyarakat semakin banyak yang terpapar dalam satu keluarga Selain itu Satgas Covid-19 Kota juga terus berupaya menekan penyebaran Covid-19 dengan melakukan pemantauan terhadap aktivitas masyarakat saat berkerumun serta aktivitas lainnya yang dapat menimbulkan klaster baru virus covid-19 varian baru ini.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar