Enam Ekor Berkeliaran Sekitar Permukiman, BKSDA Sampit Pasang Jerat Buaya

KBRN, Palangka Raya : Hingga kini, pihak Pos Jaga Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pos Jaga Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, masih berupaya menangkap buaya yang menyerang warga Bagendang Tengah, Kecamatan Mentaya Hilir Utara, Kabupaten Kotawaringin Timur. 

Komandan BKSDA Pos Jaga Sampit, Muriansyah, ketika dikonfirmasi, Sabtu (28/5/22), mengatakan menurut penuturan warga desa setempat, buaya memang kerap terlihat di sekitar pemukiman dekat sungai dengan jumlah enam ekor. 

Oleh karena itu, setelah kejadian tersebut, pihaknya telah memasang papan yang bertuliskan imbauan agar warga tidak beraktivitas  di pinggiran sungai. Lantaran, kegiatan masyarakat di sekitarnya masih cukup tinggi.

BKSDA juga meminta segera melaporkan apabila melihat buaya agar secepatnya ditindaklanjuti guna menghindari korban jiwa. 

"Kami sudah melakukan pemasangan satu set jerat buaya dan paking buaya di sungai. Berdasarkan keterangan warga, buaya yang ada di sungai itu berjumlah enam ekor dengan ukuran 1 hingga tiga meter. Jenisnya ada dua yakni sapit dan muara," ucapnya. 

Seperti diketahui, seorang warga nyaris meregang nyawa akibat disambar buaya saat berwudhu di pinggir Sungai Sampit. 

Akibat kejadian tersebut, Sri Mahwiah, korban serangan buaya, hingga kini harus menjalani perawatan intensif di RSUD dr Murjani Sampit karena mengalami patah tulang kaki kiri. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar