Pemerintah Diminta Jaga Kestabilan Harga Komoditas Karet

KBRN,Palangka Raya : Anggota DPRD Kalteng, Henry mengatakan keberadaan petani karet di Bumi Tambun Bungai tergolong cukup banyak.Minggu (220522) Oleh karena itu ia berharap peran pemerintah untuk dapat menjaga kestabilan harga komoditas karet, supaya roda perekonomian masyarakat petani karet bisa terus atau semakin meningkat. "Sangat diharapkan pemerintah bisa memfasilitasi dalam menstabilkan harga komoditas karet, karena dari informasinya, sempat terjadi penurunan meski tidak sigfikan. Jangan sampai harganya itu semakin drop seperti dulu. Kasian petani kita jika hal itu sampai terjadi," kata Henry

Henry menerangkan, normal bahkan kenaikan harga getah karet, menjadi sesuatu yang diharapkan petani karet terutama di Kalteng agar mereka bisa tetap mendapat keuntungan dengan harga yang stabil. "Harga getah karet kisaran Rp 10 ribu - Rp 13 ribu per kilo gram itu menjadi harapan masyarakat.

Dengan harga yang stabil, diatas Rp 10 ribu, menjadi barometer 'cukup mapan' bagi petani karet lokal. Kalau harganya lebih rendah bahkan merosot sangat jauh, pastinya masyarakat akan enggan untuk memanen hasil kebunnya," jelas Henry.

Dirinya menilai, apabila pemerintah tidak dapat membantu masyarakat dalam menyetabilkan harga getah karet tersebut, maka akan berdampak buruk yang tidak hanya dirasakan oleh masyarakat tapi juga daerah. "Bisa saja masyarakat itu beralih profesi sebagai penambang emas tanpa izin, agar bisa memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, mulai dari kebutuhan makan, pengobatan, hingga biaya sekolah. Hal ini tentu juga akan merugikan bagi daerah,(Sumber Borneo News)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar