Petani Sawit Kembali Semangat, Larangan Ekspor Dicabut Presiden Jokowi

Kbrn, Palangka Raya : Ketua Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia Provinsi Kalteng Ir. JMT Pandiangan, S.E., M.M. menyampaikan ucapan terima kasih kepada Presiden Joko Widodo, yang secara resmi mencabut larangan ekspor CPO kelapa sawit dan bahan baku minyak goreng (migor) dan membolehkan kembali aktivitas ekspor minyak kelapa sawit / cpo beserta turunannya ke luar negeri.

Setelah sebelumnya perwakilan petani sawit se-Indonesia menggelar aksi damai di Istana Kepresidenan. Menurutnya kebijakan pemerintahan melarang ekspor telah membuat sejumlah petani alami kerugian dan menderita, sebab biaya operasional tanam sawit tidak sebanding dengan hasil panen, dan sejak harga sawit turun, terjadi penumpukkan.

"Saya mewakili petani Kelapa Sawit Di seluruh Indonesia, sangat mengapresiasi kepedulian pemerintah terhadap nasib petani sawit di seluruh indonesia, dan menilai Presiden memiliki kepekaan tinggi di tengah gejolak harga kelapa sawit yang sempat turun drastis," kata Pandi kepada RRI. Sabtu (21/5/22)

Hal senada diungkapkan Salah Satu Petani Kelapa Sawit Mandiri Fajar. Ia menyambut baik kebijakan Pemerintah mencabut larangan kegiatan ekspor CPO ke luar negeri, sebab sejak ditutup oleh pemerintah, otomatis berdampak buruk bagi petani sawit, dan banyak perusahaan kelapa serta menutup sementara operasional, karena produk turunan dari kelapa sawit yang diolah menjadi minyak goreng hanya 14 persen sisanya produk turunan seperti kosmetik, sabun dan sejenisnya tidak bisa di ekspor.

"Kami berharap dengan kembali dibukanya kran ekspor, maka pemerintah secepatnya membuat regulasi tentang kenaikan harga CPO yang sempat naik sebesar Rp 3 ribu perkilo lebih di seluruh Indonesia, agar biaya operasional dan hasil panen terjadi keseimbangan,"Tutupnya 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar