Antisipasi PMK, 125 Sapi dari NTT Diperiksa dan Didisinfeksi

KBRN, Palangka Raya: Sebanyak 125 ekor sapi dari Nusa Tenggara Timur untuk keperluan Hari Raya Kurban tiba di Palangka Raya.

Kepala UPT Pusat Kesehatan Hewan Kota Palangka Raya, Eko Hari Yuwono, mengatakan 125 ekor sapi yang baru didatangkan dari Kupang Nusa Tenggara Timur sebelumnya sudah diisolasi karantina di Kupang kemudian diisolasi karantina di Banjarmasin selama 2 hari sebelum dilepas ke Palangka Raya. 

Pihak kesehatan hewan di Palangka Raya selanjutnya melakukan pemeriksaan dan disinfeksi ternak dan kandangnya. 

Eko Hari Yuwono menegaskan hewan ternak di Palangka Raya belum ada yang terindikasi tertular PMK. 

"Semua kabupaten/kota itu melakukan surveilans klinis namanya. Jadi kita memeriksa gejala klinis, gejala yang mengarah ke PMK. Untuk kota Palangka Raya alhamdulillah sampai hari ini kita belum menemukan gejala ke arah penyakit mulut dan kuku. Jadi masih amanlah dan kami hari ini juga bersama tim terpadu, kami akan melakukan pemeriksaan dan disinfeksi ternak-ternak yang baru datang dari Kupang sebanyak 125 ekor untuk persiapan kurban. Untuk Kalsel kan daerah Pelaihari kalau nggak salah yang diduga gejala, nah kita makanya dari Kalsel ini ditutup khususnya dari Tanah Laut nggak boleh keluar ternaknya. Jadi sumber ternak kita itu saat ini yang bisa masuk dari Kupang NTT, dari Bali sama dari Sulawesi," ujarnya kepada RRI, Rabu (18/5/2022). 

Eko Hari Yuwono mengatakan untuk pencegahan masuknya PMK, peternak diminta menjaga kebersihan kandang. Kemudian untuk sementara tidak memasukan ternak baru dari luar atau apabila memasukan ternak baru harus dari daerah yang bebas PMK serta ternak diisolasi dulu selama 14 hari sebelum masuk kandang. 

Selain itu peternak sapi, kambing, domba dan babi juga diimbau meningkatkan kualitas pakan atau memberikan multivitamin kepada hewan ternaknya. (Foto: kompas)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar