Daerah Rawan Karhutla Di Pantau Secara Kontinyu

KBRN, Palangka Raya : Kepala Bidang Pencegahan Dan Kesiapsiagaan Bencana BPBD Palangka Raya Heri Fauzi telah mempersiapkan personil guna menghadapi bencana karhutla di musim kemarau yang diprediksi terjadi bulan juni.

Menurut Heri di musim kemarau kering identik dengan kebakaran di lahan gambut, sebelum hal itu terjadi BPBD bersama dengan tim gabungan sudah melakukan simulai,  menggelar patroli, dan menginventaris sejumlah peralatan penanggulangan bencana di lokasi sulit

"Ada 3 lokasi yang dianggap rawan karhutla antara lain masih seputar kecamatan jekan raya terutama di lingkar luar, karena daerah tersebut masih banyak semak belukar dan lahan kosong, kemudian beralih ke kecamatan pahandut, paling rawan di sekitar bandara Adonis samad, mengingat di daerah tersebut mulai ada pembangunan perumahan sebagai bagian dari pengembangan kota, selanjutnya di kecamatan sebangau, lokasinya berdekatan dengan taman nasional sebangau, ketiga titik jadi pusat perhatian, manakala ada titik api langsung dipadamkan agar tidak meluas," kata Heru. Rabu (18/5/22)

Sementara itu, Kepala BMKG Palangka Raya Catur Winarti membenarkan, bahwa dalam sepekan belakangan ini intensitas hujan mulai berkurang, meskipun masih dalam suasana peralihan musim, mulai juni hingga puncak kemarau akan terjadi pada agustus.

"Masyarakat tidak melakukan aktivitas pembakaran saat kemarau, agar tidak terjadi bencana kabut asap parah yang pernah melanda antara tahun 2015 dan juga tahun 2019, semua pihak diharapkan terus mengupate informasi cuaca terbaru dari BMKG, agar dapat waspada terhadap berbagai kemungkinan bencana alam," Tukasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar