Kobar Lockdown Kandang Pasca Temuan Positif PMK

KBRN, Palangka Raya: Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada ternak sapi di Kotawaringin Barat dipastikan tidak menyebar ke daerah lain di Kalimantan Tengah. 

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan Provinsi Kalimantan Tengah, Riza Rahmadi, mengatakan setelah ditemukan kasus positif PMK pada 40 ekor sapi di Kobar, tindakan isolasi atau lockdown kandang langsung dilakukan terhadap 3 kandang peternak di Kecamatan Arut Selatan dan Pangkalan Lada Kabupaten Kotawaringin Barat. 

Selain melakukan lockdown kandang, lanjut Riza, Dinas TPHP Kalteng juga meminta kabupaten/kota untuk melakukan surveilans klinis.

"Nah jadi sampai dengan hari ini kecuali Kobar semuanya aman untuk PMK. Jadi kita melakukan surveilans klinis ke ternak dengan radius 10 km. Umpamanya 3 kandang ini sudah kita temukan kasus PMK, jadi kita lakukan surveilans klinik tiga kilometer dari kandang ini kemudian 10 kilometer dari ini," ujarnya, Selasa (17/5/2022). 

Riza Rahmadi mengatakan pihaknya juga sudah melakukan disinfektan ke semua kandang peternak khususnya di Kotawaringin Barat.

Guna mencukupi kebutuhan daging sapi Kalteng dengan ditutupnya sementara pengiriman ternak dari Jawa Timur, Riza Rahmadi menyebut Kalteng mengharapkan pasokan dari Nusa Tenggara Timur, Bali dan Sulawesi. 

Sementara itu, dari 40 ekor sapi yang sebelumnya positif PMK, 4 ekor diantaranya sudah sembuh dan 14 lainnya sudah dipotong. Kepala Dinas TPHP Kalteng mengatakan tingkat kesembuhan sementara 10 persen dan pihaknya masih menunggu perkembangan selanjutnya. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar