Bandar Narkoba Akan Dimiskinkan Bila Terbukti Bersalah.

KBRN, Palangka Raya : Polda Kalimantan Tengah melalui Ditresnarkoba berhasil mengungkap kasus TPPU  (Tindak pidana pencucian uang) yang berasal dari tindak pidana narkoba sebanyak satu kasus dengan tersangka inisial T, kasus tersebut hasil pengembangan dari tahun 2021

Dirresnarkoba Polda Kalteng Kombespol Nono Wardoyo mengatakan, cara ampuh memutus rantai peredaran narkoba yang semakin marak di Indonesia, dengan menambah berat hukuman, salah satunya dimiskinkan dengan cara semua harta disita, sampai benar benar jera. Terbaru barang bukti yang berhasil disita hasil dari penjualan narkoba adalah satu unit mobil merk Toyota Rush, satu unit mobil merk Yaris warna abu-abu dengan nopol KH 1538 TH, satu unit sepeda motor merk Vario serta uang senilai Rp. 14.000.000,00.

"Sebenarnya bukan hanya kasus narkoba yang dapat disita hartanya, tetapi untuk kasus lain juga bisa dijerat TPPU,  bila terbukti ada kejanggalan darimana harta tersebut bertambah, maka penyitaan dapat dilakukan," Kata Nono. Kamsi (27/1/22)

Sementara itu, Kapolda Kalimantan Tengah Irjen Pol. Drs. Nanang Avianto, M.Si. menyebut, dalam waktu sebulan pada tahun 2022, berhasil mengungkap sebanyak 17 kasus hal ini membuktikan bandar narkoba tidak pernah berhenti melancarkan aksinya meracuni generasi pemuda, untuk itu Jajaran Polda Kalimantan tengah akan lebih berat dalam memberikan hukuman, termasuk memiskinkan semua bandar narkoba.

Ia menambahkan, untuk modus operandinya dari barang bukti sabu yang berhasil disita dari para tersangka, berasal dari Kota Pontianak Provinsi Kalbar yang dibawa melalui jalur darat ke perbatasan Kalbar dan Kalteng, selanjutnya diedarkan di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur, Kabupaten Seruyan dan Kota Palangka Raya serta dari Kota Banjarmasin Provinsi Kalsel yang dibawa melalui jalur darat ke Palangka Raya untuk diedarkan di Kota Palangka Raya, Kab. Gunung Mas dan Kab. Barito Utara Provinsi Kalteng

"Para tersangka yang merupakan pengedar dan kurir akan dijerat dengan pasal 114 ayat (2) JO pasal 112 ayat (2) UU nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman minimal lima tahun penjara dan denda satu miliar rupiah dan maksimal 20 tahun penjara atau seumur hidup atau mati dengan denda 10 miliar rupiah, hingga saat ini, kepolisian juga menelusuri harta lainnya hasil penjualan narkoba dari tangan tersangka, bila terbukti ada kejanggalan, maka penyitaan kembali dilakukan, berdasarkan hasil tindak pidana pencucian uang, polda kalteng berhasil melakukan penyitaan dengan nilai uang ditaksir mencapai Rp 300 juta lebih," Bebernya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar