Antisipasi Kemerosotan Moral, Umat Budha Lakukan Ritual Hari Perenungan

KBRN, Palangka Raya : Ketua MAJELIS MAHAYANA INDONESIA DPD Kalteng Dwi Waluyati meminta kepada seluruh umat budha, dapat menerapkan ajaran hasil daripada ritual nilai delapan sebagai bagian dari ritual suci umat Budha.

Lebih jauh Ia mengatakan, ritual ini biasanya dijalankan oleh umat awam pada hari-hari perenungan, dalam agama Buddha biasa disebut hari Uposatha. 

"Menjalani delapan sila ini merupakan cara yang bijaksana untuk membersihkan pemikiran yang kotor, apalagi saat ini kehidupan manusia dihadapkan pada tantangan kemerosotan moral, makanya dengan menjalani ritual ini, dapat menjadi benteng kokoh dan terhindar dari prilaku buruk," kata Dwi. Minggu (23/1/22)

Terpisah, Romo Dr. Joko Santoso didampingi Romo Supriyono, S.Ag, selaku pembina keluarga besar vihara Nagarjuna mengatakan, dalam pelaksanaan pengambilan Diksa 8 sila ini dilakukan oleh YM. Bhiksu Duta Sutra dan YM. Samanera Duta Guna dimana 8 sila ini meliputi, Tidak boleh melakukan pembunuhan, mencuri, berhubungan badan, berbohong, minum minuman keras, mendengarkan musik/film/hiburan, tidak boleh tidur di tempat tinggi dan empuk serta tidak boleh makan setelah jam 12 siang waktu setempat.

Selain itu, tujuan dari ritual ini, untuk melatih umat Buddha menghindari diri dari sifat LOBA (SERAKAH), DOSA (KEBENCIAN) DAN MOHA (KETIDAK TAHUAN).

"Kami agendakan, kegiatan ini menjadi ritual rutin tiap tahun, supaya keyakinan umat Buddha kepada TRIRATNA akan terus meningkat, mengingat di zaman sekarang ini, sudah banyak kerusakan di muka bumi, jadi tiap manusia perlu kembali kepada ajaran dan keyakinan masing masing agamanya, selalu berbuat baik, rukun, dan hidup damai," tutupnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar