Mini Market Modern Matikan Usaha Toko Tradisional

KBRN, Palangka Raya : Pelaku usaha yang  berinvestasi di kota Palangka Raya masih didominasi oleh perhotelan dan mini market modern, terbaru dalam waktu dekat sebanyak 10 unit market modern dan 1 hotel siap beroperasi di tahun 2022.

Menyikapi hal demikian salah satu pedagang di Palangka Raya sugian tidak setuju maraknya mini market modern di tengah permukiman masyarakat, sebab jumlah yang ada saat ini sekitar 100 unit sudah cukup banyak.

Sugian menyebut dampak menjamurnya mini market moder jelas dapat mematikan pertokoan masyarakat lokal, sebab dari segi modal toko kecil dan pasar tradisional jelas kalah bersaing, apalagi sejumlah mini market terkadang menawarkan diskon besar besaran dan ruangan ber ac.

Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu Palangka Raya H. Akhmad Fordiansyah membenarkan, tahun 2022 ini sudah ada pengajuan perijinan untuk 10 unit mini market modern, sebab dari analisa managemen pemohon ijin, keberadaan mini market dan hotel diperlukan masyarakat, apalagi dengan kebijakan bahan pokok murah seperti minyak goreng, rata rata market modern diserbu masyarakat.

"Kendati demikian, pihaknya tetap memberikan batasan dan syarat, bahwa pembangunan mini market modern harus sesuai perijinan dan berjarak dengan pertokoan masyarakat," Katanya Jum'at (21/2/22)

Disamping itu, ia juga menghimbau kepada para pelaku usaha lokal, dapat meningkatkan pelayanan kepada konsumen, karena dari segi harga pasar traidisional dengan mini market selisihnya hanya sediki, yang membedakan hanya pada pelayanan dan tempat yag disediakan untuk konsumen.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar