BKKBN Upayakan Stunting Dapat Ditekan Dengan Menggerakan Berbagai Lini

KBRN,Palangka Raya : Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional - BKKBN Provinsi Kalimantan Tengah bersinergi dengan berbagai lini untuk fokus menangani persoalan stunting di Kalimantan Tengah dengan berbagai program dan melibatkan berbagai pihak.

Menurut Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kalteng Irzal,SE.ME Rabu (190122) mengatakan seribu hari pertama kehidupan 273 hari dan 730 hari dimasa 0-2 tahun merupakan merupakan hal yang penting bagi anak dan masa kehamilan dan target stunting nasional pada tahun 2024 harus menjadi 24 persen maka target tersebut yang saat ini menjadi focus tujuan penanganan stunting di Kalteng dengan berkoordinasi dengan dinas maupun instansi terkait Pemerintah maupun Swasta dengan harapan kedepan penaganan stunting dapat terlaksana dengan baik,”kita berharap target 2022 ini dapat selaras dengan harapan Presiden RI Jokowidodo untuk menurunkan angka stanting hingga 24 persen.”jelas Irzal

Sementara itu Ketua Satgas Penanganan stunting BKKBN Kalimantan Tengah dr. Fitrianto untuk menuntaskan persoalan stunting di Kalimantan Tengah BKKBN Kalteng juga menggandeng Tim Penggerak PKK,Dharma Wanita dan organisasi yang focus menangani kesehatan juga mitra kerja BKKBN seperti pihak Universita dan juga LSM dalam upaya menyasar pada pendataan KB 2021 bagi anak yang mengalami kurang gizi stunting untuk dapat segera memberikan edukasi.Untuk lokus stunting di Kalteng diantaranya Kabupaten Kotawaringin Timur, Gunung Mas, Barito Timur, Kapuas dan Barito Selatan,”kami bermitra dengan semua pihak agar stunting dapat segera tuntas juga dengan Tim Pendampingan Keluarga.”ungkap Fitrianto

Meski sejak tahun 2021 lalu kasus stunting di Kalimantan Tengah telah mengalami penurunan. Berdasarkan data Survei Status Gizi Balita Indonesia dimana prevalensi stunting di Kalteng telah menurun dari 32,3 % (2019) menjadi 27,4 % (2021) maka di tahun 2022 ini angka stunting secara Nasional diharapkan dapat turun 3 persen dimana dari angka stunting Nasional 24 persen melalui kinerja kemitraan

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar