Keseriusan Kejari Palangka Raya Berantas Mafia Tanah, Pupuk dan Pelabuhan

KBRN, Palangka Raya : Sebagai tindaklanjut dari perintah Jaksa Agung Republik Indonesia, ST Burhanuddin untuk memberantas mafia tanah, pupuk dan pelabuhan, pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Palangka Raya, telah membentuk Satuan Tugas (Satgas). 

Kepala Kejari Palangka Raya, Totok B Sapto Dwijo melalui Kasi Intel, Januar Hapriansyah kepada RRI, Selasa (18/1/22), mengatakan Tim Satgas tersebut terdiri dari lima orang jaksa yang diketuai oleh Kasi Intel. 

Dijelaskan Januar Hapriansyah, keberadaan Satgas Anti Mafia Tanah, Pupuk dan Pelabuhan, sangat penting agar masyarakat tidak semakin dirugikan oleh ulah oknum tertentu yang melakukan praktik mafia tanah, pupuk dan pelabuhan.

"Jadi tugas kami seputar hukum. Diduga banyak sekali oknum bermain, terutama terkait masalah tanah. Tidak menutup kemungkinan baik itu oknum dari PPAT maupun dari BPN sendiri. Dari masyarakat Kota Palangka Raya, jika ada yang menjadi korban mafia tanah, bisa melaporkan langsung ke Kejari Palangka Raya, lantaran kami menyediakan posko pengaduan," ujarnya. 

Sedangkan permasalahan pupuk ditambahkan Kasi Intel, terkait kelangkaan. Misalnya ada beberapa di Kota Cantik berdiri kelompok tani, seperti di Kecamatan Sabangau dan Bukit Batu serta sebagian di dalam kota.

"Karena yang disubsidi oleh pemerintah, sehingga ketika petani ingin memperoleh pupuk, namun tidak tersedia, sehingga tim satgas bisa menelusuri. Jadi jangan sampai pupuk hilang dari peredaran," pungkasnya. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar