Jalan Diponegoro Awalnya Jadi Pusat Perkantoran

KBRN, Palangka Raya : Mantan Walikota Palangka Raya tahun 1998 Nahason Taway mengakui, kawasan jalan 40 dahulunya sebagai pusat keramaian masyarakat, karena berdekatan dengan landasan udara dan kecamatan Pahandut sebagai Kecamatan pertama di Palangka Raya, kawasan tersebut cukup unik, karena menamakan jalan dalam bentuk angka puluhan, pertama kalinya dalam sejarah dunia. jalan 40 banyak menyimpan kenangan penting dan bersejarah bagi masyarakat, sebagai cikal bakal perkembangan pembanguna di Kota Palangka Raya

"Jalan 40 sudah berganti nama menjadi Jalan Diponegoro, nama Pahlawan Nasional, pada saat itu jumlah masyarakat masih sedikit dan mudah diatur, tak heran jika  meraih predikat kota bersih piala Adipura yang sekarang dipajang di depan kawasan sekolah sekitar stadion Sanaman Mantikei," Katanya Minggu

Sementara itu, Kepala Upt Musem Balanga Palangka Raya yang juga sebagai saksi sejarah merasakan suasana jala 40 mengatakan, berdasarkan pengetahuannya, sebab diberi nama jalan 40 singkat cerita, diambil berdasarkan ukuran jalan berukuran 40 meter jalan ke kanan dan jalan di sebelah kirinya.

"Seiring berkembangnya penduduk, sejak tahun 1980 an jalan 40 berganti nama menjadi Jalan Diponegoro, sampai sekarang ini tahun 2022, silih bergantinya Kepala Daerah setiap 5 tahun sekali, Jalan Diponegoro otomatis mengalami banyak pembenahan, antara lain sebagai tempat Rumah Jabatan Walikota, Bank Indonesia, Area Perkantoran, Rumah Ibadah, dan Area Pendidikan," Katanya

Jalan 40 tinggalah kenangan yang tak terlupakan bagi masyarakat yang hidup di era 1930 sampai dengan 1980 an, bahkan hingga kini masih ada dan melekat namanya.  

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar