Bijak Bermedsos, Cegah Kasus Hukum

KBRN, Palangka Raya : Agar tidak terjerat hukum karena bermedia sosial, maka bijaklah bermedia sosial, Paur Anev Subbid PID Bidhumas Polda Kalteng, Ipda H. Shamsudin, S.H.I. menyebutkan jika warga net atau netizen tidak mau berurusan dengan hukum karena tidak bijak bermedia sosial, maka harus mempedomani empat poin yang ada di Undang-undang ITE nomor 11 tahun 2008, karena empat point itu merupakan kata kunci agar seseorang tidak terjerat hukum.

"Keempat poin itu adalah 'STOP HPUS' stop Hoax, stop Pornografi, stop Ujaran Kebencian dan stop Sara,"terangnya, Sabtu (15/01/2022). .

Menurut Cak Sam, jika keempat point ini dipatuhi, maka warga net tentu sudah bijak bermedia sosial, dan angka kasus akibat tidak bijak bermedsos tentu dapat diminimalisir.

Sementara, Ketua IJTI Kalimantan Tengah, H. Tantawi Jauhari mengatakan untuk mendukung Pemerintah maupun Polri dalam hal menekan angka kasus hukum karena media sosial, pihaknya terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat hampir keseluruh Kabupaten untuk mensosialisasikan Bijak Bermedia sosial.

"Saya menyarakan bagi warga net, jika melihat atau mendapatkan berita maupun informasi, setidaknya mengecek dulu kebenarannya dan mencari tau dari mana sumber beritanya, jika tidak diketahui sumbernya dari mana, maka segera dihapus atau jangan dishare kepada orang lain. Karena akan menimbulkan kegaduhan,"imbaunya.

Berdasarkan Undang-Undang ITE nomor 11 tahun 2008, bagi yang membuat dan menyebarkan berita bohong atau hoax juga mendapatkan sanksi hukuman, maka harapanya, mulai dari sekarang bijaklah bermedia sosial, agar tidak terjerat hukum, jarimu, harimau mu.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar