RAKORDA FKUB Sekalteng, Memantapkan Peran Serta Kualitas Keberadaan FKUB

KBRN, Palangka Raya : Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Prov. Kalteng melaksanakan Rapat Koordinasi Daerah (RAKORDA) FKUB Kabupaten/Kota se-Kalteng dengan tema Penguatan Peran FKUB dalam Memelihara Kerukunan di Kalteng yang terpusat di Aula Eka Hapakat Kantor Gubernur Kalimantan Tengah. 

Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh Wakil Bupati, Kaban Kesbangppol, Kepala Kemenag, dan Ketua FKUB se-Kalteng. Wakil Gubernur H. Edy Pratowo, S.Sos, M.M selaku Ketua Dewan Penasihat FKUB menyampaikan bahwa Strategi dalam menjalankan kerukunan tentunya berada di daerah-daerah dan FKUB yang berada di Kabupaten/Kota Provinsi Kalimantan Tengah, juga Pemda masing-masing daerah sangat berperan vital dalam mendukung strategi menjaga kerukunan umat beragama yang diinginkan bersama ini, salah satunya dengan dukungan dana dan fasilitas yang memadai.

"Saya berharap melalui rakorda FKUB se-Kalteng ini mampu menghasilkan kesepakatan yang strategis dan aktual guna meningkatkan dan memantapkan peran serta kualitas keberadaan FKUB, ditambah lagi dengan dukungan bantuan hibah yang diberikan oleh pemerintah daerah, baik di Provinsi maupun di Kabupaten/Kota se-Kalteng,"ungkap Wagub, Rabu (08/12/2021).

Kegiatan sesi pertama dimoderatori oleh Agus Pramono, S.Sos yaitu menyimak paparan secara panel dari para stakeholder kerukunan yang masuk dalam Dewan Penasihat FKUB yaitu Kapolda Kalteng (diwakili oleh AKBP Rian Tohari, SP dari Ditbinmas Polda Kalteng), Danrem 102/Panju Panjung, Kaban Kesbangpol, dan Kakanwil Kemenag Prov. Kalteng. 

Kemudian dilanjutkan sesi laporan kondisi KUB di masing-masing Kabupaten/Kota ditanggapi oleh seluruh peserta rakor. Dari rapat ini dihasilkan beberapa rekomendasi yang telah disusun bersama, salah satu yang menjadi poin penting adalah meminta kepada seluruh Bupati/ Wali Kota se-Kalimantan Tengah untuk memberikan perhatian lebih serius mengenai pendanaan pada FKUB Kabupaten/ Kota sesuai dengan peraturan yang berlaku. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar