Hikmah Dibalik ‘Air Mata Primata’

KBRN , Palangka raya : UPT Taman Budaya Kalteng bersama dengan para pelaku seni yang tergabung dalam sanggar dan komunitas, kembali menggelar pagelaran sendratari yang kali ini mengangkat judul, ‘Air Mata Primata’.

Pagelaran sendratari tersebut dibuka secara langsung Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kalimantan Tengah, Adiah Chandra Sari, Sabtu (4/12/2021) malam, di Panggung Terbuka UPT Taman Budaya Kalteng Jalan Temanggung Tilung XIII Palangka Raya.

Dalam kesempatan itu Adiah mengatakan, kegiatan sendratari merupakan salah satu upaya strategis untuk melestarikan warisan budaya tradisional, yang dimiliki Bumi Tambun Bungai agar tidak punah.

“Harus disadari berbagai macam kesenian tradisional mengandung nilai-nilai dan pesan moral yang tinggi dan bermanfaat bagi kehidupan,”ungkapnya, saat memberikan sambutan.

Selebihnya Adiah berharap, dengan adanya upaya regenerasi melalui seni dan budaya, harus mampu menjadi nilai tambah dalam meningkatkan eksistensi dan kesejahteraan pelaku seni budaya lokal.

Dalam bagian yang sama Kepala UPT Taman Budaya Kalteng, Suraji menyampaikan, pagelaran sendratari itu setidaknya dapat memberikan suguhan menarik yang disaksikan secara langsung namun terbatas, serta bisa disaksikan melalui live streaming atau youtube Taman Budaya Kalteng.

Ia menjelaskan, pagelaran sendratari air mata primata dibawakan oleh gabungan sanggar dan komunitas.”Pagelaran sendratari ini diharap dapat menjadi tontonan dan tuntunan yang bermakna,”harapnya.

Adapun berdasarkan sinopsi dari kontemporer air mata primata, lebih menceritakan kepada kesedihan salah satu ordo (primata berwujud kera) yang terusik alam lingkungannya terganggu oleh aktivitas manusia.Singkat cerita, saling mengasihi dan menyayangi sesama makhluk ciptaan Tuhan, menjadi hikmah yang bisa diambil dari alur cerita pagelaran sendratari ini.

Dari pantauan, pagelaran teater itu mematik perhatian para penonton yang antusias menyaksikan adengan cerita yang dibawakan. Terlihat turut menyaksikan pihak Dinas Kebudayaan Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga Kota Palangka Raya, DPW KSBN Provinsi Kalteng, dan pengurus sanggar, peguyupan serta komunitas di Kota Palangka Raya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar